Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah dakan menerbitkan aturan rinci skema vaksin gratis dan berbayar dalam satu hingga dua pekan mendatang.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Desember 2020 - 10:22 WIB
WowKeren - Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinovac, telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12). Vaksin tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah pun akan terus mendatangkan vaksin secara bertahap.
Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, lantas menjelaskan bahwa pengadaan vaksin ini telah sesuai Peraturan Presiden nomor 99 tahun 2020 yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menkes nomor 98 tahun 2020 tentang pelaksanaan pengadaan vaksin COVID-19 dan dilengkapi dengan Keputusan Menkes nomor 6587/2020 tentang penugasan PT Bio Farma dalam pengadaan vaksin COVID-19, serta Keputusan Menkes nomor 98/60 tentang penetapan jenis vaksin COVID-19.
Airlangga mengungkapkan bahwa skema pemberian vaksin juga telah diatur dalam aturan tersebut. Pemerintah disebut akan menerbitkan aturan rinci skema vaksin gratis dan berbayar dalam satu hingga dua pekan mendatang.
"Di dalam peraturan peraturan tersebut disebutkan, telah diatur skema pelaksanaan vaksinasi yaitu vaksin program pemerintah yang akan disediakan secara gratis dan vaksin mandiri yang dilaksanakan secara berbayar untuk masyarakat," terang Airlangga dalam konferensi pers pada Minggu kemarin. "Aturan rinci mengenai kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu hingga dua minggu ke depan."
Meski sudah masuk ke Indonesia, bukan berarti vaksin corona dapat langsung disuntikkan kepada warga. Pasalnya, masih ada proses yang harus dijalani seperti pengujian dari BPOM dan mendapat sertifikat halal MUI.
"Pelaksanaan vaksinasi akan membangun rasa aman dan kepercayaan diri kita sebagai bangsa dalam melakukan berbagai aktivitas sosial ekonomi kita untuk mendukung ketahanan kesehatan," jelas Airlangga. "Mendorong produktivitas serta untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional."
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah mengupayakan 1,8 juta dosis vaksin corona tiba di Indonesia pada awal Januari 2021 mendatang. Tak hanya itu, Indonesia juga akan mendatangkan bahan baku curah vaksin Sinovac. Yang mana, bahan baku ini juga akan didatangkan secara bertahap.
Pada Desember 2020 akan didatangkan sebanyak 15 juta dosis, lalu pada Januari 2021 akan didatangkan sebanyak 30 juta dosis. Kehadiran vaksin diharapkan mampu mendatangkan angin segar bagi Indonesia.
(wk/Bert)