Ahok mengungkapkan ada parpol yang hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk mendongkrak elektabilitas. Namun ada juga parpol yang ingin Ahok melakukan reformasi di tubuh partai tersebut.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Desember 2020 - 12:58 WIB
WowKeren - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbicara soal hubungannya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Menurut Ahok, dirinya kerap mengobrol dengan Megawati.
Ahok mengungkapkan bahwa dirinya rata-rata bisa mengobrol dengan Presiden RI ke-5 tersebut selama dua hingga tiga jam setiap bulannya. Meski sering mengobrol, Ahok dan Megawati tak jarang berselisih paham tentang suatu isu tertentu.
"Saya dengan Ibu Mega bisa berselisih paham. Soal kita pakai Teman Ahok, mau independen, mau calon wakil, banyak hal saya bisa bicara dengan beliau," tutur Ahok di video yang diunggah ke kanal YouTube "Panggil Saya BTP" pada Minggu (6/12). "Tiap bulan rata-rata bisa dua jam, tiga jam, semua urusan saya bisa bicara. Saya bisa beda pendapat dengan beliau."
Lebih lanjut, Ahok mengungkapkan ada parpol yang hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk mendongkrak elektabilitas. Namun ada juga parpol yang ingin Ahok melakukan reformasi di tubuh partai tersebut.
"Saya tahu mana partai yang mau manfaatkan saya, mana yang manfaatkan negatif dan positif," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Ada partai yang ingin saya lakukan perubahan, reformasi dalam tubuh partai. Saya jadi show case, ada yang manfaatin saya buat dapat suara."
Ahok mengaku bisa membedakan kedua tipe parpol ini seiring dengan berjalannya waktu. Menurut Ahok, parpol yang hanya ingin memanfaatkannya akan langsung menyerang apabila ia memiliki pendapat yang berbeda terkait isu tertentu.
"Begitu saya beda pendapat dengan partai tersebut, atau saya tidak jadi masuk partai tersebut, langsung segala medsos partai tersebut dan anggota partai tersebut menyerang saya," papar Ahok. "Menghabiskan karakter saya. Langsung menyerang. Nah, saya tahu partai ini yang memanfaatkan saya buat dapat suara."
Oleh sebab itu, Ahok meyakini PDIP bukan termasuk golongan parpol yang hanya ingin memanfaatkannya. Hal ini tercermin dari hubungannya dengan Megawati.
"Beliau tidak pernah menyerang atau menghabisi saya. Makanya saya tahu Ibu Mega mau saya jadi motor show case di PDIP," pungkas Ahok. "Bukan model partai yang jual-jual nama saya buat dapat suara saya."
(wk/Bert)