FPI membeberkan sejumlah kejanggalan yang ditemui pada jenazah ke-6 laskar yang tewas dalam aksi baku tembak Senin (7/12) kemarin. Seperti misalnya soal luka tak wajar yang ditemui.
- Elvariza Opita
- Rabu, 09 Desember 2020 - 15:52 WIB
WowKeren - Front Pembela Islam (FPI) akhirnya menerima jenazah 6 laskar yang tewas ditembak polisi pada Senin (7/12) kemarin. Para laskar yang disebut mengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab itu resmi dipulangkan ke markas di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/12) malam dan beberapa langsung dimakamkan di Megamendung, Kabupaten Bogor.
Namun belakangan FPI menyuarakan kejanggalan mereka terhadap kondisi para jenazah itu. Kuasa hukum FPI Aziz Yanuar menyebut ada banyak luka tidak wajar di keenam jenazah.
Sebab selain luka tembak, jenazah keenam laskar juga terlihat mengalami luka lebam. "Luka beberapa tidak wajar. (Luka) tembak juga tidak wajar," ujar Aziz, dilansir dari Kompas.
Temuan ini pun membuat FPI mencurigai keenam laskar bukannya meninggal akibat tindakan tegas terukur dari pihak kepolisian. "Indikasinya demikian (disiksa sebelum ditembak)," ujar Aziz, dilansir dari Tempo pada Rabu (9/12).
Hanya saja Aziz tak merinci luka lebam itu ditemui di jenazah mana saja. Aziz hanya mengungkap luka-luka lebam yang tak wajar itu terlihat di beberapa jenazah.
Oleh karena itulah Aziz meminta agar Komnas HAM ikut turun tangan menangani masalah ini. Termasuk dengan membentuk tim independen yang bisa mengusut tuntas kecurigaan yang ada. "Kami minta ini diusut tuntas," tegas Aziz.
Sebelumnya keenam jenazah laskar FPI yang meregang nyawa dalam aksi baku tembak di Karawang, Jawa Barat. Keenam jenazah sempat "ditahan" di RS Polri selama kurang lebih 30 jam karena diautopsi.
Setelahnya jenazah dibawa ke Markas FPI di Petamburan untuk dimandikan, dikafani, dan disalatkan kembali. Panglima Laskar Pembela Islam FPI Ustaz Maman menyebut sebanyak 5 dari 6 jenazah dimakamkan di Megamendung. "Satu jenazah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan sendiri," ungkap Maman, dilansir dari Antara.
Adapun jenazah yang akan dimakamkan oleh pihak keluarga bernama Muhammad Reza (20 tahun). Sementara 5 jenazah yang akan dimakamkan di kompleks Markaz Syariah Megamendung, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21) dan Lutfi Hakim (25).
(wk/elva)