Harga emas Antam ukuran 1 gram bertahan di level Rp 966 ribu, kembali bergerak mendekati level Rp 1 juta. Lantas apakah kini waktu yang tepat untuk membeli atau malah menjualnya?
- Elvariza Opita
- Rabu, 09 Desember 2020 - 16:25 WIB
WowKeren - Emas menjadi aset investasi yang begitu berkilau sepanjang 2020 ini. Pasalnya pandemi COVID-19 yang turut membuat porak-poranda perekonomian global menyebabkan banyak aset investasi lain "kehilangan taji" sementara harga emas tetap mentereng.
Hal ini terbukti dari harga emas PT Aneka Tambang yang kembali meningkat pada Selasa (8/12) kemarin dan bertahan hingga Rabu (9/12) hari ini. Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat di level Rp 966 ribu, meningkat Rp 7 ribu dibandingkan harga Senin (7/12) kemarin.
Dengan harga emas yang kembali berkilau tentu memancing sejumlah investor anyar untuk ikut mengalokasikan dana segarnya ke produk investasi. Apalagi harga emas Antam sendiri pernah menyentuh level Rp 1 juta, sebuah standar yang belakangan diharapkan dapat kembali terjadi.
Namun mungkinkah hal ini terjadi? Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebut harga emas kemungkinan akan stagnan di level di bawah Rp 1 juta.
Ariston mengaitkan kenaikan besar-besaran harga emas dengan kekhawatiran pasar atas pandemi COVID-19 yang merembet dengan cepat ke berbagai negara. "Pasar panik sehingga masuk ke aset safe haven," jelas Ariston, dilansir dari Katadata.co.id, Rabu (9/12).
Namun kini kekhawatiran itu mereda menyusul berbagai berita keberhasilan uji vaksin virus Corona. Investor pun mulai melirik aset lain dengan risiko lebih tinggi namun hasilnya sepadan, seperti pasar modal dan uang.
"Distribusi vaksin yang lancar dapat mendorong pelemahan harga emas," kata Ariston. Namun bukan cuma vaksin, harga emas juga kemungkinan bisa turun karena sosok presiden baru Amerika Serikat Joe Biden.
Pelantikan Biden diprediksi bisa memulihkan hubungan ekonomi AS dan Tiongkok sehingga harga emas juga ikut turun. Perang dagang kedua negara juga dispekulasikan akan berujung damai.
"Dapat dibilang tahun depan fase konsolidasi untuk emas," ungkap Ariston. Maksudnya, harga emas di pasar spot tidak melebihi level tertingginya di USD 1.700 per troy ons, sedangkan harga di Indonesia akan di kisaran Rp 900.000-980.000 per gramnya.
Jadi, bagaimana? Pertimbangkan baik-baik ya sebelum memulai investasi emas! Jangan lupa ikuti perkembangannya di WowKeren.
(wk/elva)