Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo membeberkan bukti bahwa laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq memang dibekali dengan senjata api. Namun FPI selama ini membantah klaim itu.
- Elvariza Opita
- Kamis, 10 Desember 2020 - 18:59 WIB
WowKeren - Habib Rizieq Syihab sudah buka suara soal peristiwa penembakan yang menewaskan 6 laskar pengawalnya. Dalam pernyataannya, Rizieq membenarkan kronologi kejadian versi Front Pembela Islam (FPI) dan menepis klaim bahwa laskarnya dilengkapi senjata api.
Polisi pun ikut menanggapi klaim sang Imam Besar FPI. Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi bukti penggunaan senjata api oleh laskar pengawal Habib Rizieq yang dalam kronologi versi polisi menyerang terlebih dahulu aparat Polda Metro Jaya.
"Ditemukan penggunaan senjata api dengan didapatnya jelaga di tangan pelaku," tutur Sigit di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12). Tak hanya itu, polisi juga mengaku menemukan senjata api berikut senjata tajam di lokasi kejaidan.
Sedangkan sementara ini penyidik Bareskrim Mabes Polri, yang sudah resmi mengambil alih kasus, menemukan kerusakan pada mobil petugas. Bareskrim pun berjanji akan melaksanakan penyidikan secara profesional dan obyektif.
"Untuk menjaga profesionalisme, transparansi penyidikan, maka penyidikan dilakukan secara scientific crime investigation," ujar Sigit, dilansir dari Kompas. "Dengan melibatkan pengawas internal dari Propam Mabes Polri."
Sebagai informasi, Polda Metro Jaya dan FPI memiliki versi yang berbeda terkait dengan bentrok yang terjadi. Namun yang dapat dipastikan 6 laskar pengawal Habib Rizieq tewas diterjang timah panas yang ditembakkan aparat Polda Metro Jaya di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (10/12) dini hari.
FPI mengklaim kejadian itu bermula dari pihak tak dikenal yang membuntuti dan menyerang mereka. Tak disangka pihak tak dikenal yang dimaksud itu ternyata polisi, yang kemudian menembak 6 laskar pengawal Habib Rizieq.
Namun Polda Metro Jaya mengaku tengah dalam penyelidikan kasus kerumunan yang turut melibatkan Habib Rizieq dan di lokasi kejadian pihak laskar pengawal sang Imam Besar malah menyerang mereka. Atas alasan itulah aparat menembakkan peluru tajam yang berujung tewasnya keenam laskar FPI itu.
Saat ini keenam laskar itu sudah dikebumikan dengan 5 di antaranya di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Habib Rizieq pun sudah memberi pernyataan soal insiden berdarah ini, termasuk mengaku akan "membalas" kematian para pengawalnya lewat jalur hukum dan meminta para simpatisannya untuk tetap bersabar.
(wk/elva)