HRS Ditetapkan Tersangka Kasus Kerumunan, Pengusaha Sebut Bisa Bikin Investor Yakin
Nasional

Dengan ditetapkannya HRS sebagai tersangka kasus kerumunan menunjukkan penegakan hukum di Indonesia berjalan baik sehingga bisa memberikan kepastian pada investor.

WowKeren - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan oleh oleh Polda Metro Jaya pada Kamis (10/12). Penetapan ini berkaitan dengan acara yang telah menciptakan kerumunan massa di tengah pandemi. Menurut pengusaha langkah ini bisa berdampak pada sikap investor di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja Benny Soetrisno mengatakan jika penegakan hukum yang tegas bisa membuat para investor melihat hal positif dari Indonesia. Yang mana, hal ini akan mengurangi kekhawatiran mereka karena adanya kepastian hukum di Indonesia.

"Bisa (meredam investor) karena kan penegakan hukumnya jalan," kata Benny, Kamis (10/12). "Berarti kepastian ada. Investor mulai yakin."

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang. Menurut Sarman, penegakan hukum yang bisa menciptakan keamanan di Indonesia akan bisa meyakinkan para investor untuk menanamkan modal mereka di Tanah Air.


Sebaliknya, semakin banyak kegaduhan dan huru-hara dalam negeri yang terjadi justru dinilai akan membuat ciut para investor. Oleh sebab itu ia meminta agar pemerintah bisa menciptakan kondisi yang aman melalui aparat.

"Jangan ada kerusuhan, jangan ada kegaduhan, itu akan sangat mempengaruhi psikologis para investor dan dunia usaha," ujarnya lagi. "Kita dari pelaku usaha tentu akan sangat berharap kepada pemerintah melalui aparat keamanan untuk dapat menciptakan kondisi yang nyaman di Indonesia."

Adanya kerumunan-kerumunan yang masih belum bisa didisiplinkan secara menyeluruh dikhawatirkan akan menjadi media penularan rantai COVID-19. Sehingga hal ini akan membuat sulitnya memutus rantai penyebaran. Hal ini juga membuat pengusaha khawatir. Sebab jika timbul klaster baru maka dunia usaha juga akan ikut terdampak.

"Yang sebetulnya jadi masalah banget adalah bikin kerumunan, itu yang paling krusial karena mereka betul-betul meremehkan yang namanya COVID," bebernya. "Jadi yang bermasalah itu dan itu yang dikhawatirkan oleh dunia usaha. Kalau ada begitu dan akhirnya ada klaster baru yang besar kan repot."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait