Puskesmas Ciracas memberangkatkan sampai puluhan pasien positif COVID-19 sekaligus pada Senin (7/12) dan Kamis (10/12) kemarin. Tujuan utamanya ke RSD Wisma Atlet.
- Elvariza Opita
- Jumat, 11 Desember 2020 - 15:35 WIB
WowKeren - Sebuah potret viral tengah meramaikan sekaligus membuat ngeri jagad maya. Bagaimana tidak? Sejumlah besar pasien COVID-19 dari Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur, diantarkan sekaligus ke RS Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Senin (7/12) kemarin.
Dalam video yang beredar, seperti dilansir oleh Tempo, tampak 72 orang pasien itu akan dievakuasi ke Tower 6 Wisma Atlet. "Ada balita, semoga lekas sembuh ya, Dik ya. Jalan... jalan..." ujar perekam video tersebut, dikutip pada Jumat (11/12).
Yang kemudian lebih menarik perhatian, ke-72 pasien ini diantar dengan menggunakan bus sekolah. Kabar ini pun dibenarkan oleh Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murtadho.
"Ada sebagian ibu dan anak," jelasnya. Satu bus itu berkapasitas 20 orang dan dikhususkan membawa pasien tanpa gejala (OTG) ke rumah sakit rujukan.
Jelas mengevakuasi sampai 72 pasien positif sekaligus adalah hal yang sangat menyita perhatian. Namun rupanya Kepala Puskesmas Ciracas, Sunersih, yang menjadi lokasi awal rujukan para pasien, menanggapi dengan kalem situasi yang ada.
"Itu benar, tetapi itu keberangkatan untuk hari Senin (7/12). Rencananya 72 pasien, tetapi yang jadi dirujuk 69 pasien," tutur Sunersih, dikutip dari Kompas. "Itu satu kecamatan, biasa itu."
Terkait dengan ibu yang turut membawa anaknya ke RSD Wisma Atlet, rupanya terjadi karena adanya klaster keluarga di Ciracas. "Itu memang didominasi klaster keluarga," terangnya melanjutkan.
Namun rupanya mengevakuasi hingga puluhan pasien COVID-19 sekaligus bukan pertama kali dilakukan Puskesmas Ciracas. Pada Kamis (10/12) kemarin puskesmas di Jaktim itu juga memberangkatkan sampai 43 pasien ke beberapa rumah sakit rujukan di Ibu Kota.
"Sebanyak 20 pasien dibawa ke RS Wisma Atlet, sisanya tersebar di sejumlah tempat seperti Hotel Ibis Senen hingga Graha TMII," jelasnya. "Kalau kita cermati, data kasus COVID-19 masih tinggi. Karena itu kami mengimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan."
(wk/elva)