Wali Kota Bogor Bima Arya meminta seluruh tenaga kesehatan (nakes) RS UMMI menjalani tes swab usai direktur utamanya dr Andi Tatat terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.
- Nidya Putri
- Sabtu, 12 Desember 2020 - 11:20 WIB
WowKeren - Direktur Utama RS Ummi Bogor, dr Andi Tatat terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19). Wali Kota Bogor Bima Arya pun meminta seluruh tenaga kesehatan (nakes) RS UMMI menjalani tes swab.
"Saya sudah minta seluruh nakes (RS) UMMI diswab. Juga sedang ditelusuri kontak eratnya," kata Bima Arya, Jumat (11/12). Bima belum menjelaskan lebih lanjut sudah berapa orang tenaga kesehatan RS UMMI yang dites swab.
Namun, Dinas Kesehatan dan pihak RS UMMI tengah melakukan koordinasi terkait tes swab tersebut. "Iya (berkoordinasi). Masih disiapkan (tes swab)," katanya.
Terkait kondisi Andi Tatat, Bima menjelaskan jika Andi masih menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) di RSUD Kota Bogor. "Di ICU," jawab Bima saat ditanya perihal kondisi Dirut RS UMMI.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor akan melakukan pelacakan atau tracing dengan pihak yang melakukan kontak langsung dengan Andi dalam dua pekan terakhir. "Kepala Dinas Kesehatan sudah berkomunikasi dengan RS UMMI kita minta list, nama-nama kontak tracing-nya ya dalam 2 minggu terakhir ini," ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.
Dedie mengaku jika pihaknya akan melakukan pelacakan di tiga tempat, yaitu lingkungan keluarga, rumah sakit, sampai Polres Bogor. "Makanya kita lihat simpul-simpulnya di mana aja, di rumah sakit sendiri, kemudian di Polres, kemudian di dalam rumah sakit di keluarga, nanti ketahuan itu kontak eratnya," jelasnya.
"Dari kontak erat itu akan di-tracing siapa saja kontak erat yang ada di lingkungan kerja, tentu di RS, kemudian kontak erat di luar tempat kerja, kemudian kontak erat dengan lingkar dalam keluarga, itu ada tiga nanti," lanjutnya. "Baru nanti kita lakukan swab kepada mereka yang sudah dipastikan ada di dalam list kontak erat."
(wk/nidy)