Setelah menjadi buronan selama 18 tahun, Densus 88 akhirnya berhasil menangkap Zulkarnaen. Berikut sepak terjang teroris yang bertanggung jawab dalam bom Bali I itu.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 12 Desember 2020 - 23:29 WIB
WowKeren - Datasemen Khusus (Densus) 88 akhirnya berhasil menangkap buronan teroris Bom Bali I yang terjadi pada 2002 silam. Teroris yang dikenal dengan nama Zulkarnaen ini berhasil dibekuk di Gang Kolibri, Toto Harjo, Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Lampung pada Kamis (10/12) lalu.
Dilansir dari CNNIndonesia, Zulkarnaen merupakan anggota Jamaah Islamiyah. Ia bukanlah sosok sembarangan di kalangan Jamaah Islamiyah karena telah dianggap sebagai teroris yang dihormati.
”Telah dilakukan Penangkapan Tanpa Perlawanan, terhadap Tersangka (DPO) pada hari Kamis, tanggal 10 Desember 2020, pukul 19.30 WIB,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono seperti dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu (12/12). “Yang beralamat di Gg. Kolibri, Toto Harjo, Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.”
Argo menjelaska Zulkarnaen menjadi salah satu tokoh penting dalam kasus teror Bom Bali I. Ia memimpin Dewan Askari atau kelompok bersenjata Jamaah Islamiyah saat Bom Bali I. Tak hanya itu, Zulkarnaen bahkan terlibat dalam konflik di Poso dan Ambon pascareformasi.
”Zulkarnaen adalah panglima askari (kelompok bersenjata) Jamaah Islamiyah ketika Bom Bali I. Dia yang membuat Unit Khos yang kemudian terlibat Bom Bali, konflik di Poso dan Ambon,” jelas Argo. “Unit Khos itu sama dengan Special Taskforce.”
Zulkarnaen menajdi sosok yang senantiasa memberikan persetujuan terhadap setiap operasi Jamaah Islamiyah hingga 2010. Ia bertanggung jawab dalam memberikan restu pada sejumlah aksi pengeboman di Indonesia.
Diantaranya adalah bom di Bursa Efek Jakarta pada 2000 dan bom Bali I pada 2002 yang menewaskan 202 orang. Ia juga merestui pengeboman di Hotel JW Marriott pada 2003 dan peledakan bom di Kedutaan Besar Australia, Jakarta pada September 2004 silam.
Akibat sejumlah aksi terornya, polisi sampai menggelar sayembara dengan nilai hadiah Rp500 juta bagi orang yang bisa menemukan Zulkarnaen pada 2004. Kapolri saat itu, Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan bahwa ide sayembara itu disetujui Presiden Megawati Soekarnoputri serta beberapa anggota DPR RI.
Namun, sayembara itu masih tidak mampu menemukan keberadaan salah satu orang paling berbahaya di Indonesia itu. Hal ini ditunjukkan dengan sepak terjang Zulkarnaen yang berhasil menjadi buronan selama lebih dari 18 tahun sebelum akhirnya dapat ditangkap.
Zulkarnaen memiliki empat alias selama menjadi buronan, yakni Aris Sumarsono, Daud, Zaenal Arifin, Abdulrahman. Ia akhirnya berhasil ditangkap usai sempat menyembunyikan buronan Upik Lawangan atas Taufik Bulaga yang lebih dulu ditangkap beberapa waktu lalu.
Sosok yang pernah berkuliah di Jurusan Biologi UGM itu memiliki kemampuan lengkap sebagai seorang teroris. Mulai dari merakit bom, ahli fisika untuk meramal efek ledakan, ahli kimia untuk menciptakan bahan-bahan bom, hingga melakukan perekrutan anggota teroris.
(wk/lian)