Gerhana matahari total tidak bisa dilihat di Indonesia karena memang RI tidak memenuhi syarat terjadinya GMT tersebut. Terlebih lagi, gerhana berlangsung sangat singkat
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 14 Desember 2020 - 14:34 WIB
WowKeren - Fenomena langka gerhana matahari total yang terjadi pada hari ini, Senin (14/12) rupanya tidak bisa diamati di wilayah Indonesia. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pun memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Gerhana matahari total tidak bisa dilihat di Indonesia karena memang Indonesia tidak memenuhi syarat terjadinya GMT tersebut. Terlebih lagi, gerhana yang terjadi hanya berlangsung dalam waktu singkat.
"Gerhana Matahari Total terjadi pada waktu yang singkat di lokasi tertentu di permukaan Bumi mengingat syarat terjadinya GMT yang amat ketat," kata Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto dilansir dari CNN Indonesia, Senin (14/12). Sehingga gerhana hanya bisa dilihat di sebagian wilayah bumi saja.
Adapun syarat ketat terjadinya GMT ini adalah ketika Bulan dan Matahari sama-sama berada dekat dengan titik simpul orbit Bulan mengitari Matahari. Ketika terjadi pertemuan titik simpul tersebut lah tanda gerhana berlangsung. Meskipun pada praktiknya bisa menyebabkan terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan.
Ketika Bulan dan Matahari berada hampir segaris saat bertemu di titik simpul ini, jika pengamatan dilakukan dari bumi maka akan terjadi fenomena gerhana matahari total. Untuk kasus GMT yang tidak bisa diamati di Indonesia, hal itu dibebaskan karena ketika gerhana terjadi Indonesia tak sedang menghadap Matahari alias saat malam tiba.
"Maka dari itu, GMT tidak dapat disaksikan secara langsung dari wilayah Indonesia," ujarnya. "GMT kali ini akan terjadi sekitar pukul 23.12-23.15 WIB dan dapat teramati di sebagian wilayah Amerika Selatan, seperti Chile dan Argentina."
Adapun kedua negara tersebut letaknya berada di sisi yang berlawanan dengan Indonesia. Namun tak perlu kecewa, karena masih akan ada beberapa fenomena gerhana di waktu mendatang.
Dalam 3 dekade mendatang (2021-2050), Rhorom membeberkan akan terjadi 19 GMT, 21 Gerhana Matahari Sebagian, 22 Gerhana Matahari Cincin, dan 4 Gerhana Matahari Hibrida (Cincin + Total). "Di antaranya, hanya lima yang bisa diamati dari wilayah (daratan) Indonesia," ujar Rhorom.
(wk/zodi)