Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo, pengadaan tes usap sebaiknya mengacu pada ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 14 Desember 2020 - 15:52 WIB
WowKeren - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta agar pengadaan tes usap (swab PCR) harus dihemat. Hal ini disampaikan olehnya kepada dinas kesehatan di masing-masing provinsi.
Doni mengingatkan jika pengadaan tes usap sebaiknya mengacu pada ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, jumlah ideal tes yang dilakukan adalah sebanyak 1.000 orang per 1 juta populasi dalam sepekan.
Kapasitas tes usap ini juga belum merata di Indonesia. Di satu sisi ada provinsi yang bisa jauh menembus target WHO. Misalnya seperti di DKI Jakarta. Menurut Doni, pengadaan tes usap yang terpenting memenuhi standar WHO dan sisanya dihemat untuk mengantisipasi wabah COVID-19. Seperti diketahui, tidak ada yang tau kapan pandemi ini akan berakhir.
"Mungkin sekitar 7.000-10.000 per pekan (di tiap provinsi), tetapi kenyataannya DKI hari ini sudah mencapai 90 (90.000) pemeriksaan," kata Doni dalam rapat virtual, Minggu (13/12). "Ini tolong harus ada asas penghematan. Jangan dihamburkan pemeriksaan yang tidak sesuai dengan target yang ada."
Setiap daerah harus bisa melakukan tes usap dalam jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, penting untuk memperhitungkan kebutuhan logistik di wilayah masing-masing.
"Sekali lagi setiap daerah harus memperhitungkan. Kita tidak tahu kapan Covid akan berakhir," tegas Doni. "Stamina kita secara fisik harus kuat dan juga dukungan logistik terutama anggaran harus kita perhitungkan."
Untuk memastikan jumlah tes usap daerah di masing-masing daerah tetap proporsional, Doni akan membuat ketentuan jumlah minimal dan maksimal yang harus dipenuhi oleh dinas kesehatan. "Harus diputuskan batas minimal dan maksimal untuk testing supaya tepat dan kita bisa melakukan penghematan," tegas Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut.
(wk/zodi)