Dalam diskusinya bersama dengan CEO Tesla Elon Musk pekan lalu, Presiden Jokowi mengajak Tesla untuk melihat potensi Indonesia sebagai tempat peluncuran roket.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 14 Desember 2020 - 16:54 WIB
WowKeren - Indonesia rupanya sudah memulai pembicaraan dengan perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Tesla, terkait kemungkinan kerja sama baterai listrik. Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbicara melalui sambungan telepon dengan CEO Tesla Elon Musk pada Jumat (11/12).
Dalam diskusi itu, kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai pembangunan industri mobil listrik di Indonesia dan komponen utama baterai. Jokowi juga mengajak Tesla untuk melihat potensi Indonesia sebagai tempat untuk meluncurkan roket.
"Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik," sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Senin (14/12). "Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X."
Gayung bersambut, Musk menanggapi undangan Jokowi. Ia berencana untuk mengirimkan timnya ke Indonesia pada Januari 2021 mendatang.
Sudah menjadi rahasia umum jika wilayah Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Indonesia memiliki cadangan tembaga, nikel dan timah yang besar, dan ingin menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.
Nikel merupakan material yang penting untuk pembuatan baterai kendaraan listrik. "Nikel adalah tantangan terbesar untuk baterai bervolume tinggi dan bisa digunakan untuk jarak jauh! Australia dan Kanada cukup baik. Produksi nikel AS secara obyektif sangat buruk. Indonesia hebat!" kata Musk di akun Twitter miliknya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, emiten pengembang lahan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. mengaku jika pihaknya tengah bersiap menyambut Tesla di kawasan industri terintegrasi Subang Smartpolitan. Presiden Direktur Surya Semesta Internusa Johannes Suriadjaja mengatakan jika pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Tesla. "Tapi belum mendapat jawaban," ujarnya
Selain kerja sama terkait kendaraan listrik, Jokowi juga meminta Musk melihat kemungkinan mendirikan stasiun peluncuran wahana luar angkasa. Diketahui, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memang berencana membangun landasan peluncuran wahana antariksa di Biak, Papua.
(wk/zodi)