Kartu Pra Kerja Diklaim Efektif, 80 Persen Lebih Alumni Sudah Punya Profesi Baru
Nasional
Kartu Pra Kerja

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, menilai program ini bertujuan meningkatkan kompetensi mereka yang masuk dunia kerja

WowKeren - Program Kartu Pra Kerja diklaim efektif dan tepat sasaran untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan. Keterampilan yang diberikan dalam pelatihan program ini mampu meningkatkan kompetensi sehingga peserta bisa mencapai kemandirian ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menilai jika Kartu Pra Kerja bisa menjadi salah satu solusi untuk menciptakan wirausaha mandiri baru. Program Kartu Pra Kerja sendiri diluncurkan pada April lalu dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

"Program Kartu Pra Kerja awalnya dirancang untuk fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Airlangga melalui keterangannya, Kamis (17/12). "Namun, dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, dilakukan refocusing Program Kartu Pra Kerja menjadi program semi bantuan sosial."


Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin. Menurut Rudy, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi orang yang akan masuk ke dunia kerja. Program ini diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi nasional. Kartu Pra Kerja dinilai bisa menjadi penyelamat pekerja yang terdampak PHK selama pandemi.

Menurut Rudy, sudah ada sebanyak 80 persen lebih alumni peserta Kartu Pra Kerja telah memiliki profesi baru. Adapun kesimpulan ini diambil berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melibatkan 300 ribu responden pada Agustus lalu. Selain itu, program ini juga dianggap sebagai salah satu instrumen penting untuk penyaluran bansos pemerintah.

"Survei BPS pada Agustus 2020 dengan 300 responden menyebutkan, 88 persen responden mengatakan, dengan Kartu Pra Kerja keterampilan peserta meningkat," kata Rudy. "Nah ini menggembirakan buat kita. Lalu ada 81,2 persen menggunakan uang Kartu Pra Kerja untuk kebutuhan sehari-hari."

Ke depan, program Kartu Pra Kerja ini akan dilanjutkan. Namun tentu disertai dengan evaluasi agar bisa semakin menjadi lebih baik. "Apabila nanti kita perlu menyudahi bantuan sosial ini, yang model Kartu Pra Kerja ini harus kembali lagi ke mode awal. Jadi tetap kita akan melakukan itu untuk model bantuan sosial," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts