Kementerian Luar Negeri menyebut staf diplomat Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia yang mendatangi markas FPI di Petamburan kini sudah dipulangkan ke negara asalnya.
- Elvariza Opita
- Selasa, 22 Desember 2020 - 11:04 WIB
WowKeren - Seorang staf Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia diketahui mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat berkaitan dengan bentrok yang menewaskan 6 laskar. Kedatangan sang staf diplomat pun berbuntut panjang hingga mengharuskan Kedubes Jerman memberikan klarifikasi.
Tak hanya itu, Kedubes Jerman bahkan sampai memulangkan sang staf yang foto kedatangannya ke markas FPI sempat viral. Hal ini seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Minggu (20/12).
"Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera," terang Kemenlu, dilansir dari Kumparan, Selasa (22/12). "Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya."
Kedubes Jerman di Indonesia juga memastikan kedatangan sang staf diplomat di Markas Petamburan itu atas keinginan pribadi. Mereka menegaskan kedatangannya pun tidak ada maksud politis apapun, sebab dimaksudkan untuk memastikan kondisi lantaran demonstrasi terkait sempat terjadi di sekitar gedung Kedubes Jerman juga.
"Kedutaan Besar Jerman menyesalkan kesan yang ditimbulkan atas insiden tersebut, baik kepada publik maupun mitra kami di Indonesia," ungkap Kedubes Jerman, dilansir dari CNN Indonesia. "Kami menjamin tidak ada niat politik apa pun dalam kunjungan tersebut."
"Dan kami yakin bahwa kami akan dapat mengklarifikasi ini dengan cara yang bisa dipahami oleh semua pihak. Kami tetap berada di sisi mitra Indonesia kami," imbuh Kedubes Jerman, memastikan tetap di sisi pemerintah Indonesia.
Di sisi lain, Sekretaris Umum FPI Munarman adalah yang pertama kali mengabarkan kedatangan sang staf Kedubes Jerman. Kendati demikian, ia mengklaim kedatangan sang staf adalah bentuk sorotan dunia terhadap kematian 6 laskar FPI akibat terjangan timah panas dari polisi.
"Dari kedutaan Jerman sudah datang ke sekretariat FPI, perhatian internasional terhadap kasus extrajudicial killing 6 syuhada," beber Munarman dalam keterangan persnya, Sabtu (19/12). "Akan berdampak pada reputasi Indonesia di dunia internasional."
(wk/elva)