Ahli Kesehatan Minta Pemerintah Benar-benar Serius Pantau Perkembangan Vaksinasi COVID-19
Reuters/Carlo Allegri
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19 bagian pertama resmi dimulai pada kemarin, Rabu (13/1). Terkait hal ini, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) meminta pemerintah untuk serius dan maksimal dalam melakukan program vaksinasi.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 bagian pertama resmi dimulai pada kemarin, Rabu (13/1). Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa tokoh menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac asal Tiongkok ini.

Terkait hal ini, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) meminta pemerintah untuk serius dan maksimal dalam melakukan program vaksinasi tersebut. Ketua IAKMI, Ede Surya Darmawan menyatakan pemerintah harus menjalankan dengan sebaik-baiknya sejak proses memilih vaksin, penyelenggaraan, hingga proses pemantauan.

"Jangan kemudian vaksin ini untuk melengkapi saja. Padahal ini salah satu instrumen untuk melakukan pencegahan penyakit, agar mencegah pandemi ini jangan sampai meluas," ungkap Ede yang dikutip dari CNN.

Ade juga menyinggung soal tingkat penerimaan masyarakat atas program vaksinasi ini. Menurutnya, ada 2 alasan mengapa vaksin sering mendapat penolakan. Hal ini tentu saja tak terlepas dari peran pemerintah dalam urusan sosialisasi.


"Penolakan yang terjadi karena 2 (hal). Satu karena dia tidak tahu sama sekali apa itu vaksin. Kedua, dia tahu, tapi informasi salah. Di sini lah pemerintah harus luruskan informasi itu dengan benar, dan menunjukkan bahwa yang dikerjakan sesuatu yang sangat serius sehingga masyarakat yakin," ujarnya.

Selain itu, Ade juga tetap meminta pemerintah agar meningkatkan kapasitas pengetesan dan penelusuran risiko infeksi COVID-19 meski kini sudah ada vaksin. Menurutnya, dalam kasus penyakit menular itu prinsip yang utamanya adalah menemukan kasus, mengisolasi dan menyembuhkan.

"Di sisi lain tetap preventif dilakukan, harus ada perubahan perilaku masyarakat, menerapkan 3M. Itu paketnya baru pandemi berakhir," lanjut Ede.

Epidemiolog dari Universitas Padjajaran, dr. Panji Fortuna Hadisoemarto sebelumnya menyebutkan bahwa peserta vaksinasi tak perlu melakukan isolasi mandiri selayaknya pasien COVID-19. Namun Panji juga mengingatkan agar penerima vaksin ke depannya tetap aktif dan disiplin mengenakan masker serta melakukan protokol kesehatan.

Sebab akan jauh lebih terlihat manfaat kekebalannya apabila vaksinasi diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan. Hal ini dilakukan juga karena tidak menutup kemungkinan penerima vaksin tanpa diketahui merupakan pasien positif COVID-19. Sehingga tetap ada potensi menulari orang lain sekalipun di dalam tubuhnya sudah diberi vaksin.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts