Paspor dan Kalung Salib Pramugari Korban Sriwijaya Air Ditemukan Pasukan Katak TNI AL
Basarnas.go.id
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Selain itu, penyelam Kopaska juga telah menemukan dompet berwarna coklat dengan sejumlah kartu identitas di dalamnya, salah satunya adalah kartu kesehatan PT Sriwijaya Air Group atas nama Yunni Dwi Saputri.

WowKeren - Proses pencarian cockpit voice recorder (CVR) kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu masih terus dilakukan. Di sela-sela pencarian CVR tersebut, sejumlah benda milik korban kecelakaan Sriwijaya Air berhasil ditemukan oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut.

Beberapa di antaranya adalah kalung salib, cincin, serta paspor milik korban. "Kalung dengan liontin salib itu berada dalam tas bersama paspor dengan nama Grislend Gloria Natalies," ungkap penyelam Kopaska, Kapten Iwan Pratama pada Minggu (17/1), dilansir Antara. Grislend tercatat sebagai pramugari NAM Air yang ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak tersebut.

Selain itu, penyelam Kopaska juga telah menemukan dompet berwarna coklat dengan sejumlah kartu identitas di dalamnya, salah satunya adalah kartu kesehatan PT Sriwijaya Air Group atas nama Yunni Dwi Saputri. Lalu ada juga buku pemeriksaan ramp check atas nama Oke Dhurrotul J, pramugari NAM Air yang jadi penumpang Sriwijaya Air SJ128.

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid menyatakan pihaknya tetap fokus pada objek pencarian terutama jenazah korban, karena hal tersebut menjadi harapan bagi keluarga korban. "Serpihan juga tetap dievakuasi, apabila kita melihat kondisi beacon (sinyal pandu) yang ditemukan beberapa hari lalu ada kemungkinan CVR tertutup oleh serpihan pesawat," papar Rasyid.


Sebelumnya, TNI AL telah berhasil menemukan bagian dari CVR kotak hitam Sriwijaya. Bagian CVR yang berhasil ditemukan adalah casing dan charger- nya. Namun, bagian yang terpenting, yakni memori rekaman masih belum ditemukan.

"Jadi CVR itu pecah sehingga bagiannya yang dicari masih yang memorinya itu," jelas Fajar, Jumat (15/1). "Recording-nya, bagiannya (CVR) yang ketemu, bukan memorinya."

Di sisi lain, sudah ada 24 korban Sriwijaya Air yang berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri per Minggu (17/1). Sebanyak 15 jenazah di antaranya teridentifikasi dengan DNA. Sedangkan 12 jenazah juga diidentifikasi dengan menggunakan sidik jari.

"Artinya ada beberapa jenazah yang terkonfirmasi dengan DNA dan sidik jari," jelas Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, Minggu. "Dengan satu metode sudah cukup ternyata ini ada yang dua-duanya (dengan DNA dan sidik jari) sehingga makin menguatkan proses pencocokan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts