Curhat Pengungsi Gempa Majene yang Tendanya Porak Poranda Diterjang Badai
bnpb.go.id
Nasional
Gempa Majene Sulbar

Para pengungsi pun panik dan lari berhamburan kala angin kencang memporak porandakan kawasan Sport Centre yang menjadi lokasi pengungsian pada Minggu (17/1).

WowKeren - Gempa yang terjadi Majene, Sulawesi Barat, pekan lalu membuat ribuan orang terpaksa mengungsi. Sayangnya, ratusan tenda pengungsi gempa di Rangas, Kecamatan Banggae, Majene, justru porak poranda akibat diterjang hujan deras dan angin kencang pada Minggu (17/1) kemarin.

Para pengungsi pun panik dan lari berhamburan kala angin kencang memporak porandakan kawasan Sport Centre yang menjadi lokasi pengungsian. Salah seorang pengungsi bernama Samsiah mengaku hanya bisa pasrah dan mendahulukan keselamatan cucunya.

"Saya cuma bisa pasrah, kalau tenda yang terbang dibawa angin, biarkan saja dulu," tutur Samsiah dilansir Okezone. "Yang penting cucu saya tidak kena hujan, takutnya nanti sakit."

Badai tersebut bahkan membuat seorang bayi yang baru berusia tiga hari terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Para pengungsi lain juga hanya bisa menyelamatkan orang tua dan anak-anak tanpa memedulikan tenda yang rusak.


"Semua pengungsi disini, tidak peduli lagi sama tendanya, karena mereka cuma berusaha untuk menyelamatkan keluarganya," jelas Samsiah. "Utamanya anak-anak sama orang tua."

Di sisi lain, banyaknya pengungsi gempa Sulbar ini sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai ancaman penularan virus corona (COVID-19) di tempat pengungsian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun berusaha mencegah klaster corona dengan melakukan rapid test antigen kepada pengungsi.

Nantinya Dinas Kesehatan setempat akan langsung melakukan isolasi jika ada pengungsi yang mendapatkan hasil reaktif swab antigen. Kepala BNPB Doni Monardo juga memperingatkan agar para pengungsi memisahkan diri antara kelompok rentan dengan usia muda agar mengurangi risiko penyebaran virus corona menjadi fatal.

Sementara itu, catatan BNPB menunjukkan jumlah korban tewas akibat gempa Sulbar telah bertambah dan sekarang menjadi 81 orang hingga Senin (18/1). Gempa di Kabupaten Majene telah menewaskan 11 orang. Kemudian gempa di Kabupaten Mamuju menewaskan 70 orang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts