Geger Ombak Bak 'Tsunami Mini' Terjang Area Mal di Manado, BMKG Bongkar Penyebab
Nasional

Gelombang pasang air laut yang cukup tinggi menerjang kawasan pertokoan di Manado, Sulawesi Utara. BMKG pun membeberkan penyebab terjadinya fenomena alam ini.

WowKeren - Beberapa daerah Indonesia dilaporkan mengalami bencana alam, termasuk Manado, Sulawesi Utara. Tak hanya banjir dan longsor, ternyata salah satu kawasan pesisir pantai turut diterjang gelombang pasang air lautp sampai setinggi 3-4 meter.

Gelombang seperti tsunami kecil ini pun membawa material kerikil dan menerjang masuk sampai ke jalan raya serta area parkir mal dan pertokoan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun ikut buka suara perihal penyebab peristiwa ini.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, mengaitkan fenomena alam tersebut dengan cuaca ekstrem di wilayah terkait. Sebab kala itu, BMKG mencatat kecepatan angin sampai berkisar 15-30 knot, atau setara 30-60 kilometer per jam.

"Salah satu penyebab utama gelombang yaitu oleh pengaruh angin yang kencang. Ditambah gelombang laut yang tinggi sehingga gelombang yang datang ke bibir pantai akan lebih signifikan dari terbawa ke tepi pantai," tutur Ben, Minggu (17/1).


BMKG pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Sebab setidaknya gelombang tinggi semacam ini masih kemungkinan terjadi sampai 2 hari ke depan. Setidaknya ada 5 wilayah yang berpotensi diterjang gelombang sampai setinggi 2,5-4 meter di wilayah Sulut.

"Yakni laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud," terang Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, dilansir dari Kompas yang mengutip rilis resminya, Senin (18/1). "Sebelah barat perairan Kepulauan Sitaro dan Laut Maluku bagian utara."

Adapun gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan utara Sulut. Kemudian terjadi di perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, laut Maluku, dan laut Sulawesi.

Di sisi lain, hingga kini peristiwa gelombang tinggi pasang laut ini dilaporkan tidak memakan korban jiwa. Kendati demikian sejumlah warga di kawasan terdampak tentu saja panik saat air mulai terlihat tinggi dan bahkan sampai masuk ke kawasan pusat perbelanjaan dan pertokoan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts