BMKG Catat 31 Kali Gempa Susulan di Sulbar, 84 Orang Dikonfirmasi Meninggal
Nasional
Gempa Majene Sulbar

BMKG melaporkan sudah ada 31 kali gempa susulan yang terjadi di Sulawesi Barat. Dan sampai Senin (18/1) siang dikonfirmasi sebanyak 84 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

WowKeren - Belum genap bulan Januari 2021 berlalu, namun Indonesia sudah dihadapkan dengan sejumlah bencana alam. Salah satunya adalah gempa bumi bermagnitudo sampai 6,2 yang terjadi di Sulawesi Barat, tepatnya di Majene dan daerah sekitarnya.

Gempa yang terjadi itu pun disebutkan merupakan rangkaian peristiwa serupa dengan magnitudo 5,9 yang terjadi sehari sebelumnya. Dan berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak gempa 5,9M yang pertama terjadi itu, Majene sudah diguncang gempa susulan sampai sebanyak 31 kali hingga Senin (18/1) siang.

"Termasuk ini gempa bumi yang magnitudo 5,9 dan 6,2," terang Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam konferensi pers. "Dan yang terakhir 4,2 magnitudo juga dirasakan di Mamuju sekitar siang tadi."

Kendati demikian, proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan di tengah berbagai kondisi alam yang mengiringi. Dan sampai Senin pun sudah ditemukan 84 korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.


"Berdasarkan data per 18 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 84 orang," tulis BNPB di laman resminya. "Dengan rincian 73 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene."

Sebanyak 679 orang mengalami luka ringan, sedangkan korban luka berat sebanyak 253 orang. Hampir 20 ribu warga terdampak pun mengungsi saat ini.

Petugas pun tidak hanya mengevakuasi korban tetapi juga melakukan berbagai upaya perbaikan infrastruktur. Termasuk di antaranya membuka akses jalur darat penghubung Mamuju dan Majene yang sempat ditutupi material longsor dengan bantuan alat berat.

Di sisi lain, BMKG pun terus mengingatkan potensi adanya gempa susulan yang disebut sebagai fenomena awam pelepasan energi. "Jadi setiap kali kejadian gempa-gempa besar, gempa merusak, selalu akan diikuti oleh energi atau peluru pelepasan gempa-gempa susulan," terang Rahmat, dikutip dari Tribun News.

Namun intensitas gempa susulan itu lama-kelamaan menurun hingga hampir tak terasa. Namun BMKG tak bisa memprediksi kapan gempa susulan akan berhenti.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts