Satgas COVID-19 Kota Depok buka suara menjelaskan kondisi ketersediaan rumah sakit untuk rujukan pasien COVID-19 usai heboh seorang pasien yang meninggal di dalam taksi online karena ditolak 10 RS.
- Nidya Putri
- Selasa, 19 Januari 2021 - 10:27 WIB
WowKeren - Seorang pasien COVID-19 di Depok, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia di dalam sebuah taksi online pada 3 Januari 2021 lalu. Pasien tersebut meninggal usai ditolak 10 rumah sakit rujukan COVID-19.
Menanggapi hal ini, Satgas COVID-19 Kota Depok pun buka suara menjelaskan kondisi ketersediaan rumah sakit untuk rujukan pasien COVID-19. Ia menyebut kondisi saat ini RS rujukan COVID-19 di Kota Depok semua hampir penuh.
"Setiap hari berubah karena kadang dalam kondisi full, secara keseluruhan dari bed occupancy ratio sudah di atas 80 persen, ICU sudah di atas 90 persen," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana, Senin (18/1). "Untuk data per hari ini 92 BOR untuk ICU dan 84 untuk BOR untuk tempat isolasi. Misal dalam satu kamar di isi 2 orang, misal udah masuk perempuan, otomatis harus di isi perempuan, tapi kita memang dapat dikatakan hampir penuh."
Ia mengatakan jumlah rumah rujukan di Kota Depok sebanyak 20 rumah sakit. Untuk mengatas itu, ia menyebut telah meminta seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Depok menambah kapasitas tempat tidur.
"Untuk Kota Depok sejak bulan Desember sudah kumpulkan para direktur rumah sakit untuk menambah tepat tidur isolasi dan kita untuk RSUD kita akan tambah juga tempat tidur," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait perkembangan soal pasien positif COVID-19 di Depok dikabarkan meninggal dunia di taksi online setelah ditolak di 10 rumah sakit. LaporCovid-19 sebagai pihak yang menyampaikan kabar itu belum bersedia memberikan data sehingga pihaknya meminta untuk segera menyampaikan klarifikasi ke publik perihal kabar tersebut untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
"Tidak bersedia menyampaikan data pasien, tapi kita mohon untuk LaporCovid-19 menyampaikan ke warga untuk segera klarifikasi. Kita harus melindungi juga disamping pasien, kita juga harus melindungi para nakes kita, semangat para nakes kita," tandasnya. "Semangat rumah sakit juga harus dijaga. Jangan sampai dengan berita yang tidak diluruskan akan berdampak."
(wk/nidy)