Tiup Lilin dan Suap-suapan Satu Sendok, Acara PDIP di Bali Berisiko Jadi Klaster Penularan Corona
Instagram/pdiperjuangan.bali
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebuah video yang menunjukkan sesi potong tumpeng dengan tiup lilin hingga suap-suapan tumpeng menggunakan sendok yang sama dalam acara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Bali, viral di media sosial.

WowKeren - Sebuah video yang menunjukkan acara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Bali baru-baru ini menjadi viral di media sosial. Pasalnya, dalam video tersebut memperlihatkan adanya sesi tiup lilin bersama dan suap-suapan tumpeng menggunakan sendok yang sama.

Dalam video yang beredar, ada sekitar belasan orang berdiri di panggung acara dan terlihat memakai masker serta udeng di kepalanya. Ada juga tumpeng yang disiapkan di atas meja.

Terlihat ada 3 orang dimana salah satunya adalah Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster bersama dua orang lainnya meniup lilin yang sama dengan melepas masker terlebih dulu. Tak hanya itu, ada momen potong tumpeng diiringi lagu berlirik 'Potong tumpengnya sekarang juga', Koster memotong tumpeng lalu menyuapkan makanan ke salah seorang peserta acara.

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan risiko tiup lilin bersama sama saja dengan penularan COVID-19 yang terjadi saat batuk. "Sama saja berisiko tinggi terinfeksi, sama seperti batuk kan," ujarnya dilansir Detikcom, Senin (25/1).

Meskipun misalnya orang-orang tersebut sudah dites Corona dan negatif, risiko penularan disebut dr Erlang masih ada. Terlebih perayaan dilakukan kumpul-kumpul dengan banyak orang.


"Iya gimana risiko tertular COVID-19 dari asimtomatik, bisa saja terpapar saat dia nggak menunjukkan gejala," terangnya. "Sudah dites bukan berarti bebas Corona, tesnya juga pakai tes apa dulu."

Patrick Kachur, professor of population and family health di Universitas Columbia menjelaskan risikonya bisa lebih tinggi dari seseorang yang berbicara biasa. Menurutnya, lebih baik hindari kegiatan seperti ini terlebih dahulu di masa pandemi Corona.

"Meniup lilin dapat mengeluarkan partikel virus, sama seperti bernapas, berbicara, bernyanyi, berteriak, batuk dan bersin, dan risiko penularan COVID-19 menjadi tinggi jika orang tersebut terinfeksi," kata S Patrick Kachur.

Begitu pula dengan orang yang menggunakan alat makan bersama. Seseorang bisa tertular COVID-19 dari virus yang bisa menempel di peralatan makan tersebut.

Berdasarkan studi WHO, virus Corona bahkan dapat bertahan di plastik dan baja tahan karat hingga 72 jam. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan pada alat makan sehingga tidak tertular dari peralatan atau permukaan yang terkontaminasi COVID-19.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster buka suara tentang acara tersebut. Ia menyebutkan jika acara itu merupakan bentuk syukuran PDIP Bali atas penyelenggaraan Pilkada 2020 di Pulau Dewata yang diselenggarakan hari Sabtu (23/1).

"Acara penyampaian terimakasih kepada penyelenggara Pilkada, KPUD, Bawaslu Daerah, Kapolda dan Pangdam atas penyelenggaraan Pilkada yang telah berjalan dengan lancar, aman, damai dan sukses dalam masa pandemi COVID-19," ujar Koster, Senin (25/1).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts