Bukan cuma menambah RS rujukan, Gubernur DKI Jakarta itu juga mengklaim menyiapkan tambahan tenaga kesehatan profesional hingga kapasitas testing demi mengantisipasi COVID-19.
- Elvariza Opita
- Jumat, 29 Januari 2021 - 13:29 WIB
WowKeren - DKI Jakarta masih menjadi salah satu daerah Indonesia dengan perkembangan wabah COVID-19 yang mengkhawatirkan. Menanggapinya, DKI Jakarta pun berencana menambah hingga 5 RS rujukan agar setiap pasien COVID-19 bisa mendapatkan perawatan.
Perihal pertumbuhan jumlah RS rujukan ini pun belakangan disorot oleh Gubernur Anies Baswedan. Anies menyebut awalnya Ibu Kota cuma memiliki 8 RS rujukan, yang sekarang telah berkembang sampai 101 fasilitas.
"Hari ini ada 101 rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta, dari tadinya hanya 8 rumah sakit rujukan pada Maret 2020," ujar Anies dalam unggahannya di media sosial, Kamis (28/1). "Sejak awal pandemi kita telah mengantisipasi dengan meningkatkan kapasitas dari fasilitas kesehatan yang sudah ada."
Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengantisipasi penularan COVID-19 pun tak berhenti sampai di sini. Disebutkan Anies, bukan cuma mengonversi penggunaan RSUD, Jakarta juga akan bekerja sama dengan RS swasta demi memperbanyak kapasitas penanganan COVID-19.
"Saat ini sudah 63% kapasitas RSUD milik Provinsi DKI dikonversi menjadi penanganan khusus COVID-19. Kita akan dorong terus dan juga berkolaborasi dengan RS swasta untuk konversi lebih banyak kapasitasnya utk penanganan COVID-19," tulis Anies, dilansir Jumat (29/1).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menjanjikan kapasitas testing yang akan terus ditingkatkan hingga 12 kali standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tenaga kesehatan yang bertugas pun akan ditambah pula jumlahnya.
"85% tes di Jakarta adalah kepada orang suspect, probable dan contact tracing," ujar Anies. "Peningkatan kapasitas testing juga diiringi dengan peningkatan tenaga contact tracing."
"Tenaga kesehatan profesional di Jakarta juga terus kita tingkatkan, hampir setahun mereka bekerja penuh semangat dan sekarang sudah lebih terampil dan lebih siap menangani kasus2 COVID-19," imbuhnya. Namun Anies pun mengingatkan, semua ini tak akan ada artinya jika masyarakat tetap abai protokol kesehatan.
"Tapi penambahan tenaga kesehatan ada batasnya dan butuh waktu, karena itu laju penularan COVID-19 harus terus ditekan. Ini hanya bisa dilakukan bersama-sama melalui disiplin 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan)," pungkas Anies.
(wk/elva)