Dokter Ini Ungkap Alasan Mau Divaksin Meski Tak Terjamin Kebal COVID-19 100 Persen
Reuters/Athit Perawongmetha
Health

dr Vito A Damay, SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Karawaci yang merupakan salah satu penerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac secara aktif membagikan pengalamannya di media sosial.

WowKeren - Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19 sejak tanggal 13 Januari 2021 lalu. Adanya vaksinasi diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

Para dokter dan tenaga kesehatan pun dimasukkan ke dalam kelompok prioritas yang menerima dosis pertama vaksin corona. Salah satunya dr Vito A Damay, SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Karawaci.

Dokter Vito secara aktif membagikan pengalaman pribadinya usai mendapatkan suntikan vaksin tersebut di akun media sosial pribadinya. Menurutnya, vaksinasi COVID-19 yang ia jalani berlangsung sangat cepat dan nyaman dan tak ada keluhan setelahnya.

"Habis vaksinasi langsung praktek lagi sih, baik-baik saja," ujarnya. "Setelah vaksin rasanya ingin makan nasi padang pakai rendang dan serundeng."

Vaksin COVID-19 Sinovac memiliki efikasi sekitar 64 persen di Indonesia. Artinya, mereka yang divaksin pun masih memiliki kemungkinan untuk tertular penyakit tersebut.


Vaksin tentu bukan 'barang ajaib' yang bisa langsung membasmi COVID-19. Hanya saja, dengan vaksinasi, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat Corona bisa berkurang. "Perlu diluruskan bahwa meskipun vaksin tidak mencegah kita seratus persen tertular COVID, tapi vaksin ini mencegah kita mendapat sakit yang berat akibat COVID-19," bebernya.

Dokter Vito pun menambahkan apabila tertular COVID-19 usai vaksinasi, pasien hanya mengembangkan gejala ringan atau asimptomatik. Hal ini akan mengurangi kebutuhan perawatan di RS yang sekarang sudah penuh sesak.

Tak hanya COVID-19, tenaga kesehatan juga harus merawat pasien lain yang membutuhkan penanganan segera misalnya pasien emergensi serangan jantung, kanker, atau sakit ginjal. Namun beberapa rumah sakit dilaporkan sudah penuh dengan pasien COVID-19 atau pasien suspek.

Akhirnya banyak pasien yang harus mengantre karena UGD penuh. Ironisnya, dr Vito mengatakan banyak pasien komorbid yang bahkan tak bisa masuk RS karena kapasitas sudah tak memadai.

Dengan adanya vaksinasi diharapkan bisa mengurangi kejadian serupa. Vaksinasi tak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, program ini juga diharapkan mampu membantu rumah sakit agar tak jatuh dan kolaps akibat COVID-19. "Setelah vaksin diharapkan makin berkurang orang yang sakit berat dan butuh perawatan di RS sehingga sumber daya RS bisa untuk merawat orang orang sakit lainnya," tuturnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait