Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara Launching Buku Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi, Sabtu (30/1).
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 30 Januari 2021 - 20:04 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa Ibu Kota sering diasosiasikan dengan kemacetan. Namun, Anies tidak setuju dengan anggapan tersebut.
"Lalu tentu Jakarta adalah kota yang diasosiasikan dengan kemacetan. Jalan-jalan di Jakarta diasosiasikan dengan kemacetan," tutur Anies dalam acara Launching Buku Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi, Sabtu (30/1). "Padahal sebetulnya kalau Jakarta kemacetan itu enggak betul juga sih. Tergantung jamnya."
Anies lantas menyebut bahwa jalanan Jakarta sepi pada pukul 2 pagi. Ia pun berkelakar dan mengajak masyarakat jalan pada jam 2 pagi agar terbebas dari macet.
"Jam 2 pagi Jakarta itu sepi," ujar Anies. "Jadi, kalau bebas macet, jalanlah jam 2 pagi. Enggak ada kendaraan di situ."
Dalam kesempatan tersebut, Anies juga sempat menyoroti foto gedung Wisma Atlet dalam buku Potret Jakarta 2020. Menurutnya, foto tersebut akan tetap bertahan di masa depan karena menjadi tempat sejarah pandemi virus corona (COVID-19).
"Gambar gedung ini menjadi reform salah satu monumen COVID yang hari ini belum disadari. Nanti gambar ini akan melintas zaman, karena di sinilah tempat berkumpulnya penyintas COVID paling banyak," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut. "Nanti suatu saat ada kunjungan ke museum, tempat tinggal (pasien) COVID, ya inilah tempatnya, gitu."
Anies menilai bahwa setiap orang bisa mendapat pengalaman dari sebuah foto tanpa harus menjalaninya secara langsung. Oleh sebab itu, buku Potret Jakarta 2020 ini dinilainya akan menjadi buku yang menceritakan sejarah Ibu Kota.
"Setiap foto adalah kesempatan kita untuk mempercayai bahwa inspirasi itu tidak muncul dari meditasi, inspirasi itu muncul dari interaksi. Nah, foto ini memberikan ruang interaksi lebih banyak," pungkas Anies. "Tidak harus menjalani sendiri, tapi menggunakan mata dan karya para content creator, kita berinteraksi dan dari situ muncul inspirasi. This is a powerful book. This is a book of history."
(wk/Bert)