Selain itu, Gubernur Ganjar juga mengusulkan pemerintah pusat untuk meniadakan libur panjang di momen Imlek 2021. Pasalnya, libur panjang telah beberapa kali terbukti akan menambah lonjakan kasus COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 02 Februari 2021 - 11:39 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa di perayaan Imlek pada 12 Februari 2021 mendatang ditiadakan. Beberapa kegiatan yang dimintanya ditiadakan adalah adanya barongsai hingga pesta kembang api.
Hal ini disebabkan oleh penularan virus corona (COVID-19) yang masih tinggi dan belum bisa dikendalikan. "(Barongsai dan pesta kembang api) enggak usah. Kalau ibadah boleh, kan ibadah bisa virtual," ujar Ganjar di kantornya, Senin (1/2).
Selain itu, Ganjar juga mengusulkan pemerintah pusat untuk meniadakan libur panjang di momen Imlek 2021. Pasalnya, libur panjang telah beberapa kali terbukti akan menambah lonjakan kasus COVID-19.
"Enggak usah (ada libur panjang), kita sudah usulkan ke pemerintah pusat," kata politisi PDIP tersebut. "Kayaknya enggak perlu ada libur panjang."
Usulan Ganjar tersebut rupanya disambut baik oleh salah satu tokoh Tionghoa di Jawa Tengah, Harjanto Halim. Ia memastikan akan mendukung keputusan sang Gubernur tersebut.
"Kami menghormati keputusan pemerintah itu," terang Harjanto dilansir Kumparan. "Kami menerima karena kami juga tidak ingin perayaan Imlek justru akan menimbulkan klaster baru."
Harjanto mengungkapkan bahwa sudah ada edaran terkait larangan keramaian di perayaan Imlek 2021. Semua perayaan yang berpotensi menimbulkan keramaian akan dihilangkan dari pelaksanaan.
"Kami meminta umat untuk di rumah saja, merayakan Imlek bersama keluarga inti. Keluarga jauh juga kami minta tidak berkunjung ke keluarga lainnya," pungkas Harjanto. "Berbagai perayaan yang biasanya ada juga akan kami tiadakan tahun ini. Kami minta masyarakat mendukung, kalau kangen dengan keluarga, bisa melalui video call."
Di sisi lain, beberapa organisasi masyarakat Tionghoa juga telah mengeluarkan sejumlah imbauan terkait perayaan Imlek di tengah pandemi corona, salah satunya adalah imbauan untuk tidak merayakan Imlek secara fisik. "Di hampir semua komunitas Tionghoa mengeluarkan imbauan-imbauan untuk Imlek tidak pergi kemana pun, baru saja keluar dari PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa), dari semua Ormas Tionghoa keluarkan imbauan untuk enggak rayakan Imlek," ujar Wakil Ketua Umum Destinasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Johnnie Sugiarto dilansir CNBC, Senin.
(wk/Bert)