Karena rentan terinfeksi Corona, tenaga kesehatan menjadi penerima prioritas dalam vaksinasi COVID-19. Karena itulah Kementerian Kesehatan mengebut prosesnya.
- Eva Lestari
- Selasa, 02 Februari 2021 - 13:06 WIB
WowKeren - Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi penerima prioritas dalam proses vaksinasi COVID-19 di tanah air. Hal itu dikarenakan nakes jauh lebih berisiko terinfeksi virus Corona daripada masyarakat umum.
Sehubungan dengan hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku optimis dapat memberikan suntikan vaksin kepada 1,5 juta nakes pada akhir Februari. Untuk mewujudkannya, Kemenkes akan menggelar vaksinasi massal di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Semarang, Denpasar dan Manado.
Keyakinan Kemenkes tersebut didukung oleh antusiasme nakes yang sangat besar dalam mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19. Bahkan dalam kurun waktu dua pekan sejak vaksinasi perdana dilakukan, sekitar 500 ribu nakes telah mendapat suntikan vaksin tersebut.
"Antusiasme lebih dari lima ratus ribu tenaga kesehatan, termasuk yang telah mengikuti kegiatan vaksinasi massal, menunjukkan respons yang sangat positif dari para nakes dalam mendukung program vaksinasi ini," kata Siti Nadia Tarmidzi selaku Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kemenkes seperti dilansir dari Kompas pada Selasa (2/2).
"Beberapa kendala teknis yang sempat muncul di awal-awal, tidak menyurutkan optimisme mereka terhadap keamanan dan manfaat vaksin dalam memberikan perlindungan terhadap COVID-19. Vaksinasi sangat penting dan memiliki manfaat yang lebih besar dibanding risikonya karena vaksin memiliki risiko efek samping yang rendah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Nadia menjelaskan tahapan penerimaan vaksin COVID-19 di tanah air. "Setelah nakes, sasaran vaksinasi COVID-19 selanjutnya adalah para petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut lebih dari 60 tahun," jelasnya.
"Kemudian tahap 3 menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Tahap 4 sasarannya adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin," pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah menargetkan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk di tanah air. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah memesan 426 juta dosis vaksin dari berbagai perusahaan internasional. Di samping itu, negara juga menyiapkan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas dan 3 ribu rumah sakit guna mensukseskan program ini.
(wk/eval)