Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menyebutkan pihaknya tengah mempertimbangkan para pedagang pasar sebagai penerima vaksin COVID-19 setelah nakes.
- Nidya Putri
- Rabu, 03 Februari 2021 - 15:17 WIB
WowKeren - Pemerintah tengah mempertimbangkan para pedagang pasar untuk dijadikan penerima vaksin corona (COVID-19). Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu.
Maxi mengatakan, dipilihnya pedagang pasar untuk sasaran vaksinasi setelah tenaga kesehatan karena mereka dinilai rentan terkena virus dan seringkali berinteraksi dengan banyak orang. Selain itu, mereka pun merupakan penggerak ekonomi nasional sehingga memang semestinya diprioritaskan.
"Jadi memang pemilihan pedagang pasar ini karena memang mereka itu merupakan sasaran yang rentan dan sering berkontak dengan orang lain," kata Maxi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu (2/2). Ia pun mengaku sudah mengantongi data pedagang pasar calon penerima vaksinasi yang dihimpun dari berbagai sumber.
Nantinya, data itu bakal diselaraskan dengan pemerintah daerah setempat. Biarpun terdapat pedagang pasar tak terdaftar di dalam sistem, mereka tak perlu khawatir bakal terlewat karena pemerintah pun bakal berkoordinasi dengan pimpinan pasar.
"Jadi nanti pelaksanaannya kita akan membuka sistem yang baru di P-Care itu sistem yang pelaksanaannya itu semua laporan vaksinasi masuk di situ, dengan cara yang manual," ujarnya. "Saya kira tidak usah khawatir soal data yang penting yang akan kami pegang adalah pimpinan-pimpinan pasar yang ada itu harus diyakinkan bahwa dia itu memang pedagang pasar sehingga tidak akan terlewat, jadi jangan khawatir kalau nanti tak terdata."
Vaksinasi menyasar pedagang pasar, menurut Maxi, direncanakan tak hanya dilakukan di gedung tapi juga dengan mendatangi pasar. Dengan begitu, memang harus ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.
"Sasaran yang pertama kita sasar adalah pedagang pasar. Pesan Pak Menteri, saya lagi buat konsep untuk bukan hanya di gedung tapi ada mobile, kita mendatangi langsung ke pasar," tuturnya. "Jadi dalam waktu satu pekan ini sosialisasi untuk DKI dan Jabar untuk kita melakukan vaksinasi mobile, datang langsung jemput bola, sasarannya kepada pedagang pasar."
Sementara itu, Kemenkes mengaku optimis dapat memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada 1,5 juta nakes pada akhir Februari sesuai dengan target yang ditentukan. Pasalnya, dalam kurun waktu dua pekan sejak vaksinasi perdana dilakukan, sekitar 500 ribu nakes telah mendapat suntikan vaksin tersebut.
(wk/nidy)