Imlek Edisi Pandemi Corona, Menkes Sarankan Tradisi Angpau Diubah
Stocksy
Nasional

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi memberikan saran agar tradisi bagi-bagi angpau saat Imlek 2021 diubah demi mencegah klaster penyebaran virus corona. Ini imbauannya.

WowKeren - Warga Konghucu dan Tionghoa di Indonesia akan merayakan Tahun Baru Imlek 2021 pada Jumat (12/1). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun mengimbau untuk merubah tradisi bagi-bagi angpau secara langsung selama pandemi virus corona.

Menkes Budi menyarankan agar angpau diberikan via transfer maupun lewat ojek online. Warga yang merayakan Imlek juga diminta untuk tetap di rumah dan tidak banyak berkumpul-kumpul demi mencegah penyebaran virus corona.

”Imlek ini bermakna tahun baru,” kata Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/2). “Imlek ini bermakna harapan baru dan Imlek ini juga bermakna keberuntungan baru.”

”Oleh karena itu, bapak-ibu sekalian, tanpa mengurangi makna tersebut, saya mengimbau agar teman-teman dari umat Konghucu dan Tionghoa juga bisa melaksanakan Tahun Baru Imlek ini juga dengan cara yang baru cara,” sambungnya. “Di mana kita melakukannya bersama dengan keluarga kita.”


Menurutnya, mengirim angpau dengan melakukan transfer tidak mengurangi makna perayaan Imlek. Bahkan jika memang ingin berbagi angpau dengan memberi amplop merah, Budi menyarankan agar dikirim dengan menggunakan Gojek.

”Saya sama dengan pak Menteri Agama pernah terima angpau juga, tapi memang walau amplop merahnya seru yang lebih seru kan yang di dalam amplop merahnya,” saran Budi. “Ya kita juga bisa melakukannya itu dengan mengirimkan amplop merahnya itu dengan dompet digital sekarang sudah sangat mudah.”

”Kalau merasa mau amplop merahnya dikirimkan juga ke anak-cucu, saudara, teman-teman, bisa juga kirim lewat Gojek,” sambungnya. “Sekaligus cara baru ini bisa menyejahterakan teman-teman kita, kirim di amplopnya di dalamnya ada kertas ada tulisan sebentar lagi akan ditransfer sebesar ini. Itu menarik juga.”

Tak hanya itu, Budi juga memberikan saran agar perayaan Imlek dapat berjalan meriah. Sebagai contoh tradisi melihat barongsai, warga diminta untuk menontonnya secara online.

”Barongsai pun bisa juga ditampilkan di YouTube bahkan kita bisa menyelenggarakan lomba barongsai mana yang paling bagus sekalian di YouTube,” kata Budi. “Jadi, Bapak-Ibu, cara-cara baru merayakan Imlek tanpa mengurangi makna Imlek sebagai tahun baru harapan baru dan keberuntungan baru itu saya rasa tetap dengan memperhatikan budaya Indonesia khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa, namun tetap sesuai protokol kesehatan.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait