Isi pertemuan antara Anies Baswedan dan Prabowo Subianto yang berlangsung dua pekan lalu itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 06 Februari 2021 - 07:39 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rupanya sempat menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dua pekan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Prabowo.
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria lantas mengungkapkan isi pertemuan Anies dengan Prabowo tersebut. "Pertemuan Pak Anies, Pak Prabowo itu sebagai pertemuan biasa saja, karena mungkin sudah lama enggak ketemu, ketemu diskusi," ungkap Riza di Balai Kota DKI, Jumat (5/2).
Anies dan Prabowo disebut Riza berdiskusi santai. Menurut Riza, inti diskusi Anies dan Prabowo adalah seputar kedaulatan NKRI hingga pangan.
"Waktu dengan Pak Anies, pembicaraannya seperti itu juga, seputar program bagaimana membangun kedaulatan bangsa, pangan, mempertahankan NKRI dan sebagainya," jelas Riza. "Itu sepengetahuan yang saya dengar dari apa yang disampaikan Pak Anies kepada saya, pembicaraannya cair, enggak ada yang spesial, enggak ada yang khusus."
Lebih lanjut, Riza menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas perkara Pilkada. Menurut Riza, Partai Gerindra memang belum membahas urusan terkait Pilkada.
"Enggak ada, enggak ada. Kan enggak ada pembahasan soal itu sejauh yang saya tahu. Kan waktu itu belum (ada pembahasan revisi Pemilu)," terang Riza. "Pertemuan itu belum ada wacana soal pilkada 22 (2022), 23 (2023) atau 24 (2024)."
Selain itu, Riza yang juga merupakan politisi Gerindra mengaku bahwa partainya hingga kini masih belum membahas siapa sosok yang akan diusung dalam Pilkada DKI. Ia menilai hal tersebut masih terlalu dini.
"Terlalu prematur," pungkas Ketua DPD Gerindra DKI tersebut. "Terlalu cepat bicara sosok, calon kepala daerah ke depan."
Di sisi lain, isu pecah kongsi sempat menerpa Anies dan Gerindra. Tudingan ini berhembus usai Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis, terang-terangan menyerang Anies yang dinilainya sudah menyerah menangani COVID-19 beberapa waktu lalu.
(wk/Bert)