Rektor Paramadina yang Pernah Jadi Dekan Termuda UI Meninggal Dunia di Usia 44 Tahun
paramadina.ac.id
Nasional

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Firmanzah, Ph.D, diketahui juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bidang Ekonomi sejak 2009 hingga 2014.

WowKeren - Kabar duka datang dari Universitas Paramadina Jakarta. Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, Ph.D, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (6/2) hari ini.

Menurut dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Suratno, Firmanzah meninggal dunia akibat mengalami sakit vertigo. "Vertigo. Jamnya belum ada info, tapi Sabtu 6 Februari (meninggalnya)," tutur Suratno dilansir Jawa Pos.

Sebelum tutup usia, Firmanzah sempat dibawa ke Rumah Sakit EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat, lantaran kondisi kesehatannya menurun. Sayangnya, Firmanzah dinyatakan meninggal dunia di usia 44 tahun.


Sebagai informasi, Firmanzah sempat menjadi dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) periode 2009-2013. Ia mencatat sejarah dengan menjadi dekan termuda di UI.

Firmanzah diketahui juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bidang Ekonomi sejak 2009 hingga 2014. Namun ketika pemerintahan dipegang oleh Joko Widodo, Firmanzah tak lagi bekerja di Istana dan kembali ke kampus sebagai akademisi.

Setelah itu, Firmanzah terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina pada 15 Januari 2015. Ia menggantikan Anies Baswedan yang kala itu terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepergian Firmanzah di usia yang masih cukup muda ini membuat banyak pihak berduka. Salah satunya adalah politisi Partai Demokrat Andi Arief. "Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Telah berpulang Prof Firmanzah. PhD akibat vertigo tadi subuh. Semoga husnul khotimah," tulis Andi Arief di akun Twitter pribadinya.

Selain itu, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany juga turut berduka atas kepergian Firmanzah. "Dengar kabar berpulangnya Prof Firmanzah. Sedih sekali. Selama menjadi rektor, selalu terbuka dengan mahasiswa. Tanpa surat rekomendasi dari beliau, saya tak akan bisa dapat beasiswa & kuliah di NYU. Selamat jalan, Prof. Tempat terbaik untukmu InsyaAllah," cuit Tsamara.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait