Konselor Politik Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Qiu Xinli, membeberkan jurus-jurus yang ditempuh pihaknya untuk mengendalikan wabah COVID-19. Seperti apakah?
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 Februari 2021 - 19:57 WIB
WowKeren - Ketika wabah COVID-19 pertama merebak, Kota Wuhan Tiongkok merupakan yang pertama kali tumbang. Namun kekinian Wuhan sudah kembali mendekati suasana normal bahkan sudah bebas menggelar pesta.
Lantas bagaimana cara Wuhan mengatasi wabah COVID-19 tersebut? Konselor Politik Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Qiu Xinli, menjelaskan bahwa COVID-19 adalah penyakit infeksi baru yang serba belum jelas mekanisme dan sebagainya.
Tiongkok yang dihadapkan dengan krisis itu pun langsung memetakan langkah strategis seperti. "Maka kami memfokuskan 4 kelompok yaitu pasien yang terkonfirmasi terpapar, pasien yang diduga terpapar, pasien yang demam dan orang yang punya kontak erat dengan pasien terkonfirmasi," ujar Qiu, Selasa (9/2).
Selain itu, Tiongkok juga bisa menekan angka kasus positif COVID-19 dengan prinsip yang sangat tegas. "Kami menjalankan prinsip segera temukan, segera laporkan, segera karantinakan, segera mengobati serta menerima yang harus diterima, mengobati yang harus diobati, tes yang harus dites, karantinakan yang harus dikarantinakan," ujar Qiu.
Langkah-langkah itu diharapkan bisa maksimal dalam menurunkan penyebaran COVID-19. Selain itu pemerintah setempat juga melakukan penutupan dan pengendalian transportasi yang paling ketat di jalur keluar Provinsi Hubei dan Kota Wuhan demi memutuskan rantai penularan virus.
"Dengan standar tanpa meninggalkan satu pun keluarga atau orang. Jangan ada yang tertinggal, agar memastikan tidak ada sumber penularan yang potensial," kata Qiu. "Dengan tindakan-tindakan penanganan paling ketat dan paling menyeluruh itu kami berhasil mengontrol sumber penularan dan memutuskan rantai penularan."
Lantas mungkinkah Indonesia menerapkan langkah serupa? Yang pasti saat ini pemerintah terus berusaha untuk memaksimalkan pengendalian wabah COVID-19 seperti dengan melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, vaksinasi, serta yang terbaru bahkan akan menggelar tes swab antigen gratis di desa/kelurahan.
Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan laju 3T di Indonesia, yang tentunya akan berimplikasi pada peningkatan jumlah kasus positif COVID-19. Peningkatan ini tentu sudah diperkirakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang sudah meminta publik untuk tidak panik karenanya.
(wk/elva)