Tim investigasi WHO mengungkap hasil mereka selama di Wuhan, Tiongkok. Tim peneliti meyakini virus Corona berasal dari hewan, seperti penjelasan berikut ini.
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 Februari 2021 - 19:37 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap hasil penelitian tim mereka yang diterjunkan di Wuhan, Tiongkok pada Selasa (9/2). Ditegaskan oleh WHO, COVID-19 benar bersirkulasi di hewan sebelum menginfeksi manusia.
Hanya saja, WHO menekankan bahwa belum ditemukan metode bagaimana virus Corona ini bisa "berpindah" dari hewan ke manusia. Namun WHO menegaskan pihaknya akan tetap bekerja untuk menemukan bagaimana virus tersebut bisa menginfeksi manusia hingga menjadi pandemi.
Pakar Keamanan Makanan dan Penyakit Hewan, Dr. Peter Ben Embarek, mengungkap dugaan terkuat virus SARS-CoV-2 berpindah ke manusia melalui spesies perantara (intermediary species). "Namun hipotesisnya membutuhkan studi lebih lanjut dan lebih spesifik serta riset yang terarah," ujar Embarek yang juga Kepala Tim Investigasi COVID-19.
Tim investigasi menyebut tak ada bukti bahwa COVID-19 sudah mewabah di Wuhan atau daerah lain sebelum Desember 2019. Namun peneliti menemukan bukti bahwa ada peredaran virus Corona yang lebih luas dari Pasar Seafood Huanan pada bulan yang sama.
"Apakah dengan ini kami lebih paham akan yang terjadi sebelum Desember 2019? Sepertinya tidak," kata Embarek, dikutip dari CNBC. "Tapi apakah ada peningkatan dalam pemahaman kita (soal COVID-19)? Adakah tambahan detail terhadap penjelasan wabah ini? Tentu saja."
Pada kesempatan yang sama, Liang Wannian, Kepala Pakar Panel COVID-19 di Komisi Nasional Kesehatan Tiongkok memastikan bahwa riset soal asal virus Corona, termasuk metode penularannya di lingkup hewan hingga sampai ke manusia, akan terus dikaji. Meski masih dalam penelitian, pihak Liang meyakini bahwa kelelawar dan cerpelai adalah kandidat hewan paling potensial meski sampel virus Corona yang ditemukan di kedua hewan itu tak seperti dengan SARS-CoV-2 yang kini mewabah.
Selain itu, pakar juga meyakini virus SARS-CoV-2 kemungkinan juga berkembang di kucing meyakinkan pihak Liang masih ada hewan lain yang mungkin bisa menjadi perantara penyebaran virus, meski risetnya masih terbatas. Liang juga menegaskan bahwa tidak ditemukan penyebaran virus di Wuhan sebelum akhir Desember 2019.
Untuk diketahui, WHO menerjunkan tim pakar untuk menyelidiki penyebab virus Corona di Wuhan, Tiongkok. Sempat mengalami masalah imigrasi hingga tak bisa masuk ke Tiongkok, tim investigator kemudian melakukan riset di rumah sakit, laboratorium, hingga pasar serta Institut Virologi Wuhan.
(wk/elva)