AS Harus Bayar Rp2,8 Triliun ke WHO Akhir Bulan Ini Gara-Gara Trump, Ada Apa?
Dunia

Mensesneg AS Antony Blinken mengungkap pemerintahan Biden harus membayar lebih dari USD200 juta atau setara Rp2,8 triliun kepada WHO sebagai akibat kebijakan Trump.

WowKeren - Menteri Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken baru-baru ini mengabarkan hal mengejutkan. Pasalnya negara adidaya tersebut mengaku harus membayar hingga lebih dari USD200 juta atau setara Rp2,8 triliun kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir bulan ini.

Rupanya kebijakan ini merupakan dampak dari keputusan Presiden ke-45 AS Donald Trump yang memutus hubungan kerja sama dengan WHO kala menghadapi pandemi COVID-19. Sebagai pengingat, Trump yang menilai WHO terlalu fokus pada Tiongkok memutuskan untuk tak lagi membiayai organisasi tersebut. Namun kini, sebagai gantinya, pemerintahan Joe Biden yang hendak kembali bekerjasama dengan WHO harus membayar tunggakan bea administrasi yang ditinggalkan Trump.

"Ini adalah langkah kunci kami untuk memenuhi kewajiban finansial sebagai anggota WHO," jelas Blinken kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah video konferensi, Rabu (17/2). "Itu menunjukkan komitmen kami mendukung WHO sebagai respons global utama terhadap pandemi dan kami akan bekerja sama untuk kebaikan di masa depan."

"Amerika Serikat akan bekerja keras dengan partner di seluruh dunia untuk meningkatkan manufaktur dan kapasitas distribusi," imbuh Blinken, dilansir dari CNBC, Kamis (18/2). "Dan untuk meningkatkan akses termasuk kepada populasi marjinal."


Blinken juga mengajak rekan-rekan negara untuk melawan misinformasi terhadap vaksin. Serta untuk menyampaikan informasi yang relevan terkait asal-muasal virus Corona kepada tim investigasi.

"Penyelidikan ahli yang sedang berlangsung tentang asal mula pandemi ini dan laporan yang akan dikeluarkan harus independen dengan temuan berdasarkan ilmu pengetahuan dan fakta serta bebas dari gangguan," ujar Blinken. "Untuk lebih memahami pandemi ini dan bersiap untuk pandemi berikutnya, semua negara harus menyediakan semua data dari hari-hari awal wabah."

Sebagai pengingat, pada pertengahan tahun lalu Trump mengambil kebijakan mengejutkan dengan memutuskan hubungan AS dan WHO. Dalam pernyataannya, sang konglomerat properti menilai ada kesalahan manajemen dalam pengendalian pandemi global oleh WHO, bahkan menuding badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sebagai "boneka" Tiongkok.

"Karena mereka telah gagal melakukan reformasi yang diminta dan sangat dibutuhkan, kami hari ini akan mengakhiri hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia," tegas Trump, 29 Mei 2020. Namun demikian Trump menegaskan siap kembali menyuntikkan dana untuk WHO selama lembaga itu bisa beralih dan membuat perbaikan yang substantif.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait