'Banjir Jakarta Dalam Angka' Dinilai Hanya Sepotong, Ini Penjelasan Pemprov DKI
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Pemprov DKI mengunggah infografis 'Banjir Jakarta Dalam Angka'. Ada lima data banjir yang ditampilkan, yakni 2 Februari 2002, 2 Februari 2007, 17 Januari 2013, 11 Februari 2015, 1 Januari 2020, dan 20 Februari 2021.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membagikan data "Banjir Jakarta Dalam Angka". Dalam data tersebut, terlihat dampak banjir hingga curah hujan yang terjadi berdasarkan tahun.

Ada lima data banjir tahun terakhir yang ditampilkan Pemprov DKI, yakni 2 Februari 2002, 2 Februari 2007, 17 Januari 2013, 11 Februari 2015, 1 Januari 2020, dan 20 Februari 2021. Dalam data tersebut, tampak jumlah RW yang tergenang banjir Jakarta yang terjadi pada 20 Februari 2021 lalu lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan waktu yang dibutuhkan hingga air surut lebih dari 95 persen hanya satu hari.

Namun, PDIP Jakarta menyoroti data "Banjir Jakarta Dalam Angka" yang diunggah Pemprov DKI ke media sosial tersebut. Pasalnya, data yang diunggah Pemprov DKI tersebut dinilai hanya sepotong-sepotong.


"Ini kan soal motif Pemprov meng-upload data banjir dari tahun ke tahun untuk apa? Informasi ke masyarakat atau yang lain?" tutur Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono. "Kalau motifnya informasi publik, sudah seharusnya disampaikan secara lengkap, jangan sepotong-sepotong."

Terkait hal ini, Pemprov DKI memberikan penjelasan. "Data yang ditampilkan adalah data yang merepresentasikan kejadian banjir besar di Jakarta," terang Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Senin (22/2).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, lantas menjelaskan bahwa data banjir lintas tahun lengkap bisa diakses melalui aplikasi Pantau Banjir atau situs pantaubanjir.jakarta.go.id/data-banjir-lintas-tahun. Selain itu, data tersebut juga tersedia di Portal Data Terbuka Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Open Data yang dapat diakses pada url/link: data.jakarta.go.id/dataset/rekapitulasi-kejadian-banjir-pertahun.

"Terkait data, kami di Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk selalu terbuka kepada masyarakat," jelas Atika. "Masyarakat bisa mengakses informasi banjir secara real time melalui aplikasi Pantau Banjir."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts