Banjir 'Tutupi' Karhutla Riau, Puluhan Hektare Lahan Terbakar dan Titik Api Meluas
Pixabay/Dirk (BeekiĀ®) Schumacher
Nasional

Di tengah geger banjir besar DKI Jakarta dan sekitarnya, bencana karhutla yang terjadi di Riau seolah tertutupi begitu saja. Padahal ada puluhan hektare lahan yang dilaporkan terbakar.

WowKeren - Pemberitaan nasional saat ini tengah terarah pada banjir besar yang terjadi di DKI Jakarta dan daerah-daerah sekitarnya. Padahal di Riau sendiri saat ini tengah berjuang juga untuk memadamkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang malah dilaporkan semakin meluas serta sulit dipadamkan.

Hal ini seperti dikonfirmasi Kepala Manggala Agni Sumatera V Daop Dumai, Ismail Hasibuan. Menurutnya ada titik baru yang terpantau di Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis, kemudian ditambah tiga lagi di Jalan Parit Tugu, Medang Kampai, Dumai yang ditemukan pada Senin (22/2) sore.

Menurut Ismail, titik api yang ditemukan tersebut sulit dipadamkan karena beberapa alasan. Yakni mulai dari sumber air yang sedikit juga ditambah dengan lokasi kebakaran di lahan gambut dengan kedalaman sampai 1,5 meter.

"Sumber air minim di lokasi. Kemudian, angin kencang yang membuat asap menyebar," terang Ismail, dilansir dari Kompas, pada Selasa (23/2). "Untuk luas lahan yang terbakar sekitar enam hektare."


Namun setidaknya sudah ada 20 hektare lahan yang terbakar di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. "Yang terbakar di Lubuk Gaung itu kebun sawit dan semak belukar," tutur Ismail, sembari menambahkan ditemukannya titik api lain di Kelurahan Sukarjo Mesim, Kabupaten Bengkalis.

Sejauh ini langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan penyekatan supaya api di lahan gambut tersebut tak meluas. "Kami masih berusaha memadamkan api dan melakukan penyekatan agar kebakaran tidak semakin meluas," ujar Ismail.

Selain itu, tim gabungan juga membutuhkan bantuan helikopter water bombing untuk pemadaman dari udara. Terutama untuk memadamkan beberapa titik api lokasi karhutla yang di bagian tengah atau sulit ditembus oleh petugas.

"Ya, memang kita berharap ada bantuan heli buat penyiraman dari udara. Kadang di lokasi kebakaran sumber air terbatas dan jauh," pungkas Ismail.

Karhutla memang menjadi bencana yang sangat diwaspadai pemerintah Indonesia, terutama di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Bahkan beberapa tahun lalu asap karhutla itu sampai mendapat protes dari negara tetangga.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts