Diperpanjang, Begini Perkembangan COVID-19 di 7 Provinsi Selama PPKM Tahap Kedua
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
PSBB Corona

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memaparkan perkembangan kasus virus corona di 7 provinsi selama diberlakukannya PPKM tahap kedua.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jawa-Bali pada 23 Februari-8 Maret 2021. Satgas COVID-19 pun memaparkan perkembangan kasus virus corona di 7 provinsi selama diberlakukannya PPKM tahap kedua.

Kasus aktif di tujuh provinsi disebut menunjukkan fluktuasi. "Perkembangan kasus aktif secara umum di tujuh provinsi ini masih menunjukkan fluktuasi di mana rata-rata baru menunjukkan penurunan pada periode PPKM tahap ketiga," ujar jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (23/2).

Ketujuh provinsi ini adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menurut data yang dimiliki pemerintah, menyebutkan jika kasus aktif di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan pada PPKM tahap ketiga.

"DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta trennya menunjukkan penurunan pada saat memasuki periode PPKM tahap ketiga atau Minggu kelima PPKM," katanya. Sedangkan untuk Jawa Timur, penurunan kasus aktif disebut terjadi sejak PPKM tahap kedua.

Kemudian kasus aktif di Jawa Tengah mengalami peningkatan. "Bahkan Jawa Timur mengalami penurunan sejak PPKM tahap kedua. Namun masih ada provinsi yang masih menunjukkan fluktuatif cenderung meningkat, yaitu Jawa Tengah. Jawa Tengah masih terus meningkat tren kasus aktifnya, bahkan sejak PPKM tahap kesatu dilaksanakan," tuturnya.


Untuk kasus sembuh, Wiku mengatakan adanya kenaikan dengan waktu yang bervariasi. Dia menyebut kenaikan kasus kesembuhan ditahap ke-3 PPKM terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Jawa Timur. Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten mengalami kenaikan di PPKM tahap ke-2.

"Perkembangan kesembuhan cenderung mengalami tren kenaikan meskipun bervariasi waktunya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Jawa Timur menunjukkan tren kenaikan kesembuhan pada saat memasuki PPKM tahap ketiga di tingkat kabupaten/kota," paparnya. "Selain itu, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten mengalami kenaikan kesembuhan lebih awal, yaitu pada saat memasuki tahap kedua PPKM di tingkat kabupaten/kota. Namun terlihat kesembuhan di Jawa Tengah cenderung datar, bahkan sedikit menunjukkan penurunan pada tahap ke-3 PPKM."

Sedangkan untuk kasus kematian, Wiku mengatakan DKI Jakarta konsisten mengalami penurunan. Namun provinsi lainnya cenderung fluktuatif.

"Saya apresiasi pada Provinsi DKI Jakarta yang konsisten mengalami penurunan sejak PPKM kabupaten/kota pertama dilaksanakan. DKI Jakarta menunjukkan penurunan dari 1,72 persen, jadi 1,58 persen atau turun 0,12 persen," tuturnya. "Pada provinsi lainnya perkembangan kematian cenderung fluktuatif dan bahkan mengalami peningkatan."

Jawa Barat disebut mengalami penurunan kasus kematian sebelum penerapan PPKM, namun mengalami kenaikan saat PPKM tahap ke-2. Bali mengalami kenaikan kasus kematian pada PPKM tahap ke-1, namun kembali menurun pada PPKM tahap 2 dan 3. Lalu ada Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur disebut menunjukkan peningkatan persentase kematian.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts