Menlu Retno Diberitakan Bakal Kunjungi Myanmar di Tengah Kudeta Militer, Kemlu Beri Bantahan
kemlu.go.id
Nasional

Kabar tersebut sebelumnya diberitakan oleh kantor berita yang bermarkas di London, Reuters. Dalam pemberitaan itu, dituliskan bahwa rencana kunjungan Menlu Retno diketahui melalui bocoran dokumen pemerintah.

WowKeren - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dikabarkan akan mengunjungi Myanmar di tengah situasi kudeta militer pada Kamis (25/2) besok. Informasi ini diberitakan oleh kantor berita yang bermarkas di London, Reuters, pada Selasa (23/2).

Dalam pemberitaan Reuters tersebut, dituliskan bahwa rencana kunjungan Menlu Retno itu diketahui melalui bocoran dokumen pemerintah. "Retno Marsudi akan tiba di Ibu Kota Naypyitaw pada pagi hari dan bertolak beberapa jam kemudian, menurut surat dari Kementerian Perhubungan tertanggal 23 Februari yang dilihat oleh Reuters, yang telah dikonfirmasi oleh seorang pejabat," demikian kutipan artikel Reuters tersebut.

Kekinian, Kemenlu RI buka suara atas kabar tersebut. Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, membantah kabar rencana kunjunga kunjungan Menlu Retno ke Myanmar. "Tidak benar," kata Faizasyah kepada awak media pada Rabu (24/2).

Menurut Faizasyah, Menlu Retno kini tengah berada di Bangkok, Thailand. Dalam agenda di Bangkok, Menlu Retno akan bertemu dengan Menlu Thailand Don Pramudwinai.


"Berangkat kemarin," terang Faizasyah. "Sesudah jalani protokol kesehatan, dijadwalkan bertemu Menlu Thailand hari ini."

Di sisi lain, Kemenlu RI juga telah membantah laporan yang menyebutkan bahwa Indonesia mendukung Pemilu ulang di Myanmar pasca kudeta. Menurut Faizasyah, Menlu Retno kini masih terus mengumpulkan masukan dan perspektif negara kawasan Asia Tenggara lainnya terkait solusi untuk Myanmar tersebut.

"Posisi Indonesia tidak berubah, tidak ada suatu pergeseran posisi apa pun. Saya tidak tahu apa yang dikutip media, tetapi sejauh yang saya tahu tidak ada proposal seperti itu dari Kemlu RI," tegas Faizasyah dalam jumpa pers pada Selasa (23/2). "Saat ini Menlu RI masih berkonsultasi dan mengumpulkan perspektif dan masukan dengan Menlu ASEAN lainnya, setelah itu konsultasi itu akan berkembang menjadi masukan kebijakan yang akan didiskusikan dalam rapat khusus ASEAN (soal Myanmar)."

Sebelumnya, sekelompok warga dilaporkan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar. Aksi ini dilakukan lantaran, sikap Jakarta yang diduga mendukung Pemilu ulang yang diserukan militer negara tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait