Satgas COVID-19 Diminta Evaluasi Jadwal Vaksinasi Buntut Kerumunan Pedagang di Tanah Abang
Unsplash/Andhika Y. Wiguna
Nasional
Vaksin COVID-19

Pemerintah tengah mengevaluasi adanya kerumunan pedagang yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Senin (22/2) lalu. Kerumunan tersebut berasal dari pedagang yang tengah antre untuk mendapatkan vaksin COVID-19.

WowKeren - Pemerintah tengah mengevaluasi kerumunan warga yang terjadi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/2) lalu. Hal ini disampaikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19.

Adanya kerumunan tersebut dikarenakan para warga menunggu antrean vaksinasi tahap kedua yang menargetkan petugas pelayanan publik, salah satunya pedagang pasar. Satgas menyebut perlu ada penjadwalan yang runtut dan baik sehingga mampu meminimalkan kerumunan yang terjadi.

"Terkait teknis di lapangan seperti ini masih menjadi bahan evaluasi satgas dan kementerian kesehatan, termasuk penjadwalan yang lebih baik," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, Rabu (24/2). Selain evaluasi dari pemerintah, ia juga berpesan kepada warga sasaran vaksinasi untuk patuh terhadap penjadwalan dan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


Sebelumnya diketahui, vaksinasi massal yang dilakukan di lantai 8 dan 12 Blok A Pasar Tanah Abang dihentikan sementara lantaran ada kerumunan pedagang yang ingin divaksin COVID-19. Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan, awalnya pedagang yang mengantre di Lantai 8 dan 12 masih tertib.

Namun, lambat laun antrean memanjang dan berdesak-desakan sehingga menimbulkan kerumunan tak berjarak. "Banyak pedagang datang tidak sesuai jadwal dan menyebabkan antrean tidak sesuai protokol kesehatan. Awalnya kami imbau jaga jarak, tapi diimbau juga tetap tidak menjaga jarak," ujar Singgih saat ditemui di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang, dikutip dari Antara, Selasa (23/2).

Hingga akhirnya polisi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan kegiatan vaksinasi diputuskan untuk dihentikan. "Akhirnya kami bubarkan pedagang," tegasnya.

Dihentikannya kegiatan vaksinasi di Blok A Pasar Tanah Abang itu imbas dari para pedagang yang sudah tidak dapat mengikuti arahan petugas terkait penerapan protokol kesehatan. "Para tenaga kesehatan sudah pulang, sudah sepakat dihentikan. Ini karena para pedagang tidak teratur lagi," ujar Singgih.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts