Pemerintah Tunggak Tagihan Hotel Isolasi Mandiri COVID-19 di Bali, Capai Rp1,3 Miliar!
pixy.org
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hotel yang menjadi lokasi isolasi mandiri pasien COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan sudah mulai menuntut tunggakan pembayaran yang disebutkan mencapai Rp1,3 miliar.

WowKeren - Selain fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, pasien COVID-19 juga bisa menjalani isolasi mandiri di sarana yang disediakan pemerintah. Biasanya pemerintah akan bekerja sama dengan penginapan atau hotel di daerah tersebut untuk menampung pasien-pasien tanpa gejala atau bergejala ringan COVID-19 untuk dikarantina mandiri hingga sembuh.

Namun nyatanya langkah ini belakangan menimbulkan masalah finansial, seperti yang diungkap oleh pengelola hotel di Bali. Sebab dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunggak pembayaran sejumlah hotel untuk isolasi mandiri ini.

Informasi yang beredar menyebut sedikitnya ada 3 hotel yang belum menerima pembayaran tersebut. Termasuk di antaranya The Vasini Hotel di Kota Denpasar, Bali.

General Manager The Vasini Hotel, Pande Ketut Suartaya mengungkap pemerintah telah menunggak pembayaran fasilitas isolasi mandiri itu selama 3 bulan, terhitung sejak Desember 2020. Nilai tunggakannya pun tak main-main, yakni sampai Rp1,3 miliar untuk sekitar 130 kamar.

"Dari beberapa bulan ini kami belum menerima pembayaran, sekitar 3 bulan dengan nilai Rp1,3 miliar," ujar Suartaya, Minggu (28/2). Angka ini diperoleh dari isolasi selama 10-14 hari yang mendapatkan fasilitas 3 kali makan, snack, dan laundry.


Suartaya pun berharap pemerintah segera membayarkan tanggungannya. Sebab saat ini hotel sudah kesulitan membiayai operasional.

"Sekarang ini kami itu sudah benar-benar habis dana operasional hotel kami," ujar Suartaya, dikutip dari Kumparan, Senin (1/3). "Jadi kami tak bisa membeli bahan makanan, gaji, dan kemudian yang paling urgen, pembayaran listrik."

Suartaya mengaku sudah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali terkait tagihan ini namun masih diminta bersabar. Di sisi lain, pihak BPBD Bali pun sudah memberi jawaban yakni terus mengupayakan.

Sekretaris Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Made Rentin hanya menegaskan bahwa dana untuk pembayaran ini di BNPB sudah siap, namun masih dalam proses pencairan. "Informasi yang kami dapat dari Plt. Sekretaris Utama BNPB, Bapak Harmensyah, bahwa kelengkapan administrasi untuk usulan mendapatkan anggaran pusat berupa Dana Siap Pakai (DSP) dinyatakan sudah lengkap," beber Rentin.

"Saat ini BNPB sedang menunggu persetujuan dari Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, mekanisme ini mesti dilewati sesuai amanat perundang-undangan. Masih awal tahun anggaran sehingga proses sedang berjalan, tegas Pak Harmensyah," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts