Vaksinasi COVID-19 Mandiri Bakal Pakai 2 Merek Ini, Kena Harga Berapa?
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

Pemerintah telah menetapkan jenis vaksin COVID-19 yang digunakan dalam Vaksin Gotong Royong demi mempercepat herd immunity. Berikut penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah tegas meresmikan beleid terkait vaksinasi mandiri COVID-19, atau dikenal dengan program Vaksin Gotong Royong. Lewat program ini, maka biaya vaksinasi untuk pekerja akan ditanggung oleh perusahaan.

Dan kekinian dijelaskan vaksin yang akan dipakai dalam program vaksinasi mandiri ini adalah Sinopharm dan Moderna. Dalam bahan paparan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terungkap ada 22 juta dosis dari 2 jenis vaksin tersebut yang disediakan untuk vaksinasi mandiri.

"Sinopharm 15 juta Kuartal I dan Kuartal II-2021," demikian kutipan bahan paparan Airlangga dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021, Selasa (2/3). "Moderna 5,2 juta Kuartal III dan Kuartal IV-2021."

Pada kesempatan itu, Airlangga juga menegaskan perihal pembiayaan vaksinasi mandiri. Dipastikan Vaksin Gotong Royong akan dibebankan kepada perusahaan untuk kemudian diberikan gratis kepada semua pekerja atau karyawan sampai keluarga karyawan dan individu lain terkait.


Lantas berapa harga per dosis dari Vaksin Gotong Royong itu? Hingga kini belum ada kepastian perihal pembiayaannya, namun yang pasti nilainya akan ditentukan lebih lanjut oleh Kemenkes.

Namun para pengusaha berharap agar harga per dosisnya tidak lebih dari Rp1 juta. Meski demikian sampai sekarang belum ada kepastian untuk harga per dosisnya.

Terkait program Vaksin Gotong Royong ini, tutur Airlangga, merupakan upaya untuk mempercepat program vaksinasi yang saat ini sedang dilakukan pemerintah. Harapannya herd immunity bisa tercapai tahun 2021 ini.

"Vaksin Gotong Royong diberlakukan. Pak Menkes sudah mengeluarkan regulasi vaksinasi untuk perusahaan, khususnya karyawan dan keluarganya. Ini bisa mempercepat program vaksinasi dan tambahan untuk akses vaksinasi," terang Airlangga. "Kami berharap sampai akhir tahun ini 182 juta orang dari total 270 juta populasi bisa divaksinasi."

"Sambil program vaksinasi ini berjalan dan tersedia untuk semua orang kita harus tetap menjaga agar bagaimana protokol kesehatan bisa dilaksanakan," imbuhnya. "Agar jangan sampai tujuan untuk mencapai herd immunity tadi tidak bisa dicapai."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts