Menkes Ungkap RI Pernah Diejek Dunia Karena Awalnya Cuma Lakukan 10 Ribu Vaksinasi Per Hari
Pexels/Maksim Goncharenok
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lantas memastikan bahwa stok vaksin virus corona (COVID-19) di Indonesia akan terus bertambah di paruh kedua tahun 2021.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah memulai program vaksinasi virus corona (COVID-19) sejak akhir Januari 2021 lalu dengan tujuan membentuk kekebalan berkelompok (herd immunity). Meski demikian, pelaksanaan program vaksinasi ini tak semudah yang dibayangkan.

Indonesia rupanya sempat diejek dunia karena rendahnya jumlah vaksinasi per harinya. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Kita mulai 10 ribu diejekin oleh seluruh dunia, bilang Indonesia 10 ribu (vaksinasi per hari), 10 tahun baru selesai," ungkap Budi pada Rabu (3/3). "Kemarin kita tembus 100 ribu, diejekin mungkin lima tahun. Kemarin (kita tembus) 200 ribu."

Meski demikian, Budi tak terlalu memikirkan ejekan tersebut. Pasalnya, jumlah vaksinasi harian saat ini masih sangat bergantung pada stok vaksin yang masih minim.


Budi lantas memastikan bahwa stok vaksin Indonesia akan terus bertambah di paruh kedua tahun 2021. Nantinya, bulk vaksin yang telah dipesan dari berbagai produsen akan tiba di Indonesia.

"(Kalau) orang tanya sebaiknya kita enggak usah cepat-cepat juga. Kalau kita satu juta per day-nya dilakukan di bulan Januari, tiga hari selesai yang 3 juta itu. Karena itu jatahnya kita dalam dua bulan enggak punya vaksinasi," papar Budi. "Kita beruntung kita sudah bisa, cuma memang baru sekitar 90 juta dosis vaksin atau 45 juta orang yang bisa divaksinasi sampai dengan bulan Juni karena vaksinnya baru datang banyaknya di bulan Juli ke belakang."

Pemerintah disebut Budi berfokus untuk mengatur alur vaksinasi pada semester kedua 2021. Mengingat pemerintah masih harus meningkatkan jumlah vaksinasi per hari jika ingin mencapai target vaksinasi 181 juta penduduk.

"Karena semester pertama itu hanya 20-25 persen, karena berapa pun kita bisa vaksinnya enggak ada, yang berat adalah di semester kedua. Nah itu akan ada jadi 181 kurang 45 juta ada 140 juta yang harus disuntik dalam enam bulan, 140 juta dalam enam bulan," tutur Budi. "Beda dengan yang enam bulan pertama cuma 45 juta. Itu akan masalah karena hitung-hitungan saya butuh dua sampai tiga juta per day."

Dengan demikian, Budi meminta semua pihak untuk membantu pemerintah mencapai target tersebut. "Ini bukan program yang individualis, ini program yang sangat sosialis, ini bukan buat ini tapi ini buat sana dan untuk itu butuh dukungan dari semua komponen bangsa," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts