WHO Sebut Wabah COVID-19 Bakal Berubah Jadi Endemik, Bagaimana di Indonesia?
Unsplash/Viktor Forgacs
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo penyakit endemik terjadi jika dari satu orang terinfeksi hanya menular ke satu orang lain.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pandemi COVID-19 bisa berubah menjadi endemik. WHO mendasarkan anggapan ini pada pandemi yang tak kunjung mereda meski vaksinasi mulai digelar di beberapa daerah.

Untuk informasi, endemik di sini berarti penyakit yang berjangkit di suatu daerah pada suatu golongan masyarakat. Dengan demikian, penyakit terkait hanya biasa menjangkiti suatu populasi di area geografis tertentu. Lantas bagaimana dengan wabah COVID-19 di Indonesia?

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo menyatakan bisa saja situasi tersebut terjadi di Indonesia. Pasalnya saat ini sudah ada beberapa penyakit endemik yang terjadi di Tanah Air seperti malaria.

Namun untuk Indonesia sendiri saat ini belum sampai ke tahap menjadi penyakit endemik. "Indonesia belum. Karena kita masih di atas 1 untuk Rt-nya (bilangan reproduksi efektif), masih wabah," kata Windhu, Kamis (4/3).


Untuk suatu penyakit masuk kategori endemik, maka nilai Rt-nya 1. Angka ini sendiri berarti dari satu pasien COVID-19 bisa menular ke satu orang lain.

"Untuk masyarakat awam gampangannya, kalau menulari lebih dari 1 orang lainnya itu namanya wabah. Misalkan saya positif dan nulari dua orang itu wabah," jelas Windhu, dikutip dari Kumparan. "Tapi kalau saya sakit cuma nulari 1 orang dan orang yang saya tulari cuma nulari 1 orang lainnya itu namanya endemik."

Namun tentu saja harapan terkait pengendalian wabah COVID-19 di Indonesia adalah apabila angka Rt-nya di bawah 1. "Tapi kalau 1 orang menulari kurang dari satu orang, itu namanya terkendali. Nah harapan kita itu yang terakhir," kata Windhu.

Untuk bisa mencapai angka Rt di bawah 1 jelas bukan situasi yang mudah. Windhu mengungkap sejumlah strategi yang mesti dilakukan, termasuk melakukan testing dan tracing dengan masif, serta tentu saja disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Strateginya ya kita harus mengendalikan hal itu (COVID-19). Harus lebih masif lagi dalam penanganan dan pencegahan COVID-19," pungkas Windhu. "Kalau itu nggak akan tercapai ya mungkin akan endemik. Jadi tetap patuhi protokol kesehatan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts