Kasus COVID-19 di Karawang kian meningkat menyusul munculnya klaster banjir dimana 400 warga dinyatakan positif terpapar virus corona pada Kamis (4/3) kemarin.
- Nidya Putri
- Jumat, 05 Maret 2021 - 14:33 WIB
WowKeren - Bencana banjir menerjang sejumlah daerah di Indonesia beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan pandemi COVID-19 yang belum usai, pemerintah pun telah menyiapkan tempat pengungsian dengan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona.
Namun, baru-baru ini angka COVID-19 di Karawang meningkat usai 400 orang warga dinyatakan positif COVID-19 pada Kamis (4/3). Jumlah itu merupakan hasil rapid tes antigen yang dilakukan Satgas COVID-19 di wilayah banjir.
Pemkab Karawang mendapat bantuan rapid antigen sebanyak 20.000 unit dan digunakan di wilayah banjir. Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Acep Jamhuri mengatakan, penambahan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah Pemkab Karawang melakukan rapid tes antigen disejumlah wilayah banjir. Hasil rapid tes antigen itu membuktikan terjadi penambahan orang terkonfirmasi positif COVID-19, hingga puncaknya Kamis kemarin yang mencapai 400 orang.
"Kami sudah mewaspadai banjir di Karawang berpotensi meningkatkan pasien COVID-19. Karena saat banjir terjadi kerumunan dan sulit dikendalikan," kata Acep, Jumat (5/3). "Juga di tempat pengungsian meski sudah kita atur tapi kerumunan tetap terjadi. Apalagi pengungsi banyak mengabaikan protokol kesehatan."
Menurutnya, Pemkab Karawang masih terus melakukan rapid antigen diwilayah yang kebanjiran. Namun karena keterbatasan tenaga maka dilakukan secara bertahap.
"Banjir kemarin cukup luas sekitar 17 kecamatan. Kami kesulitan jika melakukan rapid antigen secara serentak," ujarnya. "Apalagi kami masih menangani klaster industri, jadi cukup repot."
Meski mengalami peningkatan pasien COVID-19, namun ketersediaan tempat tidur masih mencukupi. Selain rumah sakit pemerintah dan swasta, pemerintah juga sudah menyewa 6 hotel untuk ruang isolasi. "Kalau soal ruang isolasi kita tidak khawatir karena masih mencukupi," imbuhnya.
Sementara itu, menurut data milik Satgas COVID-19, hingga kemarin total kasus konfirmasi positif sebanyak 12.903 orang. Sedangkan yang masih perawatan 644 orang, sembuh 11.888 orang dan meninggal 371 orang.
(wk/nidy)