Warga Cilandak Diduga Karyawan Bukalapak Terima Vaksin COVID-19 di Rumah, Begini Klarifikasinya
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Seorang warga Cilandak, Jakarta Selatan diduga menerima vaksinasi COVID-19 di kediaman pribadinya. Kini yang bersangkutan pun sudah memberikan klarifikasi.

WowKeren - Media sosial sempat dihebohkan dengan seorang milenial Cilandak, Jakarta Selatan yang menerima vaksinasi COVID-19 diduga di kediamannya. Selain karena vaksinasi yang dilakukan di rumah alih-alih fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), vaksinasi ini mencuri perhatian karena saat ini seharusnya golongan lansia-lah yang menerima vaksinnya alih-alih milenial kelahiran 1990 seperti pengunggah konten ini.

Adalah Mutia Imro Atussoleha dan suaminya Rangga Prasetya yang mengunggah konten tersebut di Instagram Story-nya namun belakangan telah dihapus. Dan di tengah polemik tersebut, muncul kabar bahwa Mutia merupakan Head of Logistics di Bukalapak.

Menanggapi pemberitaan yang begitu ramai, pihak Bukalapak pun akhirnya memberi klarifikasi. Dalam pengakuannya, Bukalapak tak menampik jika ada karyawannya yang bernama Mutia namun memastikan jika kegiatan tersebut bersifat personal.

Selain itu, Bukalapak juga mengungkap bahwa vaksinasi dilakukan di fasyankes sebagaimana dikonfirmasi kepada Mutia. Berikut pernyataan lengkap Bukalapak seperti dikutip oleh Kumparan, Senin (8/3).


"Menanggapi pemberitaan berikut, setelah mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan, di mana yang bersangkutan termasuk dalam daftar penerima vaksin yang eligible dan pemberian vaksin dilakukan di poliklinik," tulis Bukalapak. "Dan berikut adalah tanggapan dari Bukalapak, aktivitas tersebut tidak ada hubungannya dengan Bukalapak dan bukan kegiatan perusahaan Bukalapak dan sifatnya adalah personal."

Pihak Mutia pun akhirnya juga ikut memberi klarifikasi. Dalam pernyataannya, Mutia mengaku sebagai relawan kesehatan sehingga terdaftar dalam penerima vaksin COVID-19 yang sah.

Ia memastikan bahwa vaksinasi ini bersifat personal dan tak terkait dengan Bukalapak sama sekali. Serta vaksinasinya pun, ditegaskan Mutia, dilakukan di poliklinik dan bukan rumah pribadi.

"Menanggapi pemberitaan vaksin yang saya terima, saya ingin klarifikasi bahwa saya masuk dalam daftar penerima vaksin yang eligible karena status saya sebagai tenaga relawan kesehatan. Bisa saya pastikan pemberian vaksin di poliklinik, bukan di rumah pribadi," ujar Mutia. "Aktivitas tersebut tidak ada hubungannya dengan Bukalapak dan bukan kegiatan perusahaan Bukalapak, sehingga sifatnya adalah personal. I hope this clarifies."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts