Jelang 'Long Weekend' Isra Miraj, Ketua Satgas COVID-19 Tegas Memohon Ini ke Masyarakat
covid19.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hari libur Isra Miraj akan jatuh pada Kamis (11/3) besok yang bertepatan dengan wabah COVID-19 yang belum berakhir. Karena itulah Doni Monardo meminta hal ini kepada masyarakat.

WowKeren - Pada Kamis (11/3) besok Indonesia akan mendapat jatah libur lewat tanggal merah Isra Miraj. Dan karena terletak pada hari Kamis, bukan tidak mungkin beberapa pihak memilih memperpanjang masa liburannya sampai akhir pekan.

Sayangnya situasi ini masih terjadi di tengah pandemi COVID-19 yang tentu saja sangat berisiko menimbulkan kerumunan. Oleh karena itulah, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas bepergian ke luar kota saat liburan Isra Miraj.

"Sebentar lagi atau minggu depan akan ada liburan, libur Isra Miraj dan diharapkan tidak ada aktivitas bepergian ke luar kota," tutur Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas COVID-19, Minggu (7/3). "Sehingga kita tetap mampu mengendalikan COVID-19 ini dan tidak menimbulkan korban bertambah banyak."

Pada kesempatan itu, Doni juga membahas perihal angka kematian COVID-19 di Indonesia. Menurutnya pasien meninggal COVID-19 banyak disumbang oleh mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.


Beberapa penyakit penyerta yang kerap diasosiasikan dengan kematian COVID-19 adalah penyakit ginjal, jantung, diabetes, dan hipertensi. Karena itulah Doni meminta pasien COVID-19 dengan riwayat penyakit komorbid untuk segera dibawa ke rumah sakit.

"Dokter sudah pasti memahami karena kalau sudah terlambat masuk RS maka akan fatal," terang Doni, dikutip pada Senin (8/3). "Proses pergantian atau menuju ke lebih berat, itu sangat cepat, jangan sampai pasien kritis."

Dan yang terakhir, Doni juga mendorong pelibatan aparat seperti kepala desa untuk mengingatkan warganya supaya disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M. "Kemudian yang masih muda dan mobilitas tinggi, ketika pulang ke rumah harus memastikan bahwa mereka tidak membawa virus Corona ke lingkungan keluarga," pungkas Doni.

Upaya ekstra memang harus ditempuh demi mengendalikan wabah COVID-19 di Indonesia. Pasalnya saat ini virus Corona varian B117 mutasi dari Inggris sudah memasuki wilayah Indonesia. Karena pakar epidemiologi mendorong pemerintah untuk mempercepat pemberian vaksin terutama untuk golongan rentan terkecuali ibu hamil.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts