Seorang guru di Prancis, Samuel Paty, dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada muridnya. Belakangan fakta miris di balik aksi ini diungkap ke publik.
- Elvariza Opita
- Jumat, 12 Maret 2021 - 11:44 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu kasus pemenggalan seorang guru di Prancis, Samuel Paty, sempat menggegerkan dunia. Sebab Paty dipenggal setelah ia menunjukkan murid-muridnya kartun Nabi Muhammad SAW yang belakangan juga menjadi konflik tersendiri antara Prancis, Presiden Emmanuel Macron, media Charlie Hebdo, serta sikap anti terhadap agama tertentu.
Namun kekinian sebuah fakta miris terungkap atas kasus pemenggalan ini. Bila menilik ke belakang, kritikan terhadap Paty mengemuka setelah siswa di sekolah tempat Paty mengajar menyebut murid Muslim dipersilakan keluar dari kelas karena hendak menunjukkan kartun Nabi Muhammad dalam pelajaran kebebasan berbicara.
Siswi yang tak disebutkan namanya ini kemudian mengadukan aksi Paty kepada ayahnya. Ayahnya lantas memulai kampanye mengkomplain aksi Paty lewat media sosial yang menurut jaksa bermuara pada pemenggalan sang guru.
Pasalnya terungkap bahwa siswi tersebut tak berada di kelas ketika Paty menunjukkan kartun Nabi Muhammad. Namun bukan karena ia diminta keluar lantaran beragama Islam, tetapi karena sang siswi diskors sementara dari kelas karena kedapatan berkali-kali membolos sebelumnya.
Media Le Parisien melaporkan bahwa siswi itu terpaksa membuat cerita palsu karena enggan mengecewakan sang ayah. Ia pun berlindung di balik kalimat, "aku tak menyaksikan kartunnya tetapi teman sekelasku yang menceritakan," tutur siswi pembolos itu kepada sang ayah.
Pengacara siswi tersebut, Mbeko Tabula, membela dan menyebut kliennya terpaksa berbohong karena terhimpit situasi. "Dia terpaksa berbohong karena terjebak dipaksa oleh teman-teman sekelasnya untuk menjadi juru bicara," kata Tabula kepada kantor berita AFP.
Namun pembelaan pengacara sang siswi pun belakangan dibantah oleh kuasa hukum keluarga Paty. Pengacara keluarga Paty meyakini keluarganya sudah tahu bahwa sang siswi pembolos tidak di kelas sepanjang hari dan alasan mengapa dikeluarkan.
Sebelumnya diberitakan Samuel Paty meninggal setelah dipenggal oleh Abdullakh Anzorov (18). Aksi keji ini dilakukan Anzorov karena geram atas kampanye di media sosial yang menyebut Paty menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.
(wk/elva)