Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa libur panjang menyumbang banyak angka positif dan kematian akibat virus Corona. Berikut penjelasan lengkapnya.
- Eva Lestari
- Sabtu, 13 Maret 2021 - 18:06 WIB
WowKeren - Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa libur panjang menyumbang banyak kasus positif dan kematian akibat virus Corona. Menurut Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito, keputusan masyarakat untuk berlibur di luar kota saat pandemi telah menyebabkan ribuan nyawa melayang.
Pertama-tama, Wiku menyoroti tren penanganan COVID-19 yang semakin membaik. "Hal ini memperlihatkan bahwa penangangan terhadap mereka yang terjangkit COVID-19 sudah ditangani dengan baik. Tren penurunan kasus aktif ini ini harus terus dijaga, agar nantinya kasus aktif dapat hilang," kata Wiku dalam keterangannya, Sabtu (13/3).
Wiku menjelaskan bahwa libur panjang menyumbang banyak kasus kematian akibat COVID-19. Pada September 2020, terjadi peningkatan signifikan sebesar 46 persen atau 1048 kasus karena libur panjang 15-17 Agustus dan 20-23 Agustus 2020.
Meski angka kematian sempat menurun pada bulan Oktober dan November, jumlahnya kembali meningkat setelah libur Natal dan Tahun Baru 2021. Berdasarkan laporan yang dihimpun Satgas, angka kematian naik lebih dari 100 persen selama bulan November 2020 sampai Januari 2021 dengan jumlah 4.252 kasus.
"Ini artinya terdapat implikasi kematian dari setiap event libur panjang. Bayangkan dalam sebulan, kita bisa kehilangan lebih dari seribu nyawa hanya karena memilih melakukan perjalanan dan berlibur," imbuh Wiku.
Sebagai perbandingan, jumlah kematian dalam bulan-bulan tanpa libur panjang berkisar antara 500 - 900 kasus. Sedangkan di bulan dengan libur panjang, jumlah kematian meningkat tajam hingga 1.000 - 2.000 kasus.
Karena itulah Wiku meminta masyarakat untuk menghabiskan waktu libur panjang dengan cara yang bijak. Jangan sampai keinginan untuk bersenang-senang justru menjadi bumerang yang membahayakan nyawa sendiri dan orang lain. Dengan begitu, tren positif penanganan pandemi virus Corona dapat dipertahankan.
Sementara itu, Indonesia saat ini tengah memasuki tahap kedua vaksinasi COVID-19. Target penerima dalam tahap ini adalah 38.513.446 jiwa yang terdiri dari 21 juta lebih lansia dan 17 juta pekerja pelayanan publik, yang diharapkan rampung pada bulan Mei mendatang.
(wk/eval)