Dilarang Untuk Ngamen, 13 Ondel-ondel Diamankan Satpol PP
jakarta-tourism.go.id/Ilustrasi
Nasional

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur telah mengamankan sebanyak 13 ondel-ondel dalam razia yang digelar 10 kecamatan di Jaktim, Rabu (24/3).

WowKeren - Sebanyak 13 ondel-ondel diangkut petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur dalam operasi yang digelar Rabu, (24/3). Jumlah tersebut merujuk pada data Rekapitulasi Hasil Operasi Asih Asuh di Wilayah Kota Adminiatrasi Jakarta Timur.

"Masih update tim kota, ondel-ondel (tambah) 1," kata Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (25/3).

Dari data yang diterima, Satpol PP terhitung menciduk 91 orang yang masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mereka terdiri atas lima manusia silver, 13 ondel-ondel, 42 pengamen, 15 Pak Ogah, dua Gepeng (gelandangan dan pengemis), 5 manusia gerobak, serta 8 orang dari golongan lain.

Razia sendiri digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB di sejumlah tempat di 10 kecamatan di Jakarta Timur. Mereka yang terjaring razia tersebut dibawa ke GOR Ciracas untuk kemudian dilakukan rapid test deteksi infeksi virus corona.


Hingga sekitar pukul 21.43 WIB, Budhy mengaku belum menerima laporan apakah di antara orang-orang yang ditangkap tersebut ada yang reaktif atau tidak. "Belum dapat laporan," katanya.

Apabila ada yang reaktif maka mereka akan dirujuk untuk melakukan tes usap COVID-19. Jika hasilnya positif, yang bersangkutan akan menjalani karantina ataupun isolasi. "Jika positif diteruskan untuk isolasi atau karantina di Graha TMII atau tempat lain sesuai rekomendasi Sudin," jelas Budhy.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melarang penggunaan ondel-ondel untuk mengamen atau mengemis. Pasalnya, ondel-ondel telah ditetapkan sebagai salah satu ikon budaya Betawi.

Pelestarian budaya tersebut telah tertuang dalam peraturan daerah maupun peraturan gubernur. "Saat ini kan kita bisa lihat kondisinya banyak sekali di jalan-jalan, di pinggir jalan, di permukiman, bahkan masuk ke permukiman-permukiman, ikon ondel-ondel ini dijadikan untuk mengamen," tutur Arifin kepada detikcom, Rabu (24/3). "Ngamen ini sebenarnya tidak terlihat kesannya ngamen, tapi malah munculnya seperti ngemis, keliling-keliling. Kesannya seperti mengemis, hanya menggunakan ikon ondel-ondel."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait