Avifavir merupakan obat yang dikembangkan berbasis Favipiravir yang dikembangkan oleh Rusia. Senyawa awalan obat ini sejatinya digunakan untuk melawan influenza.
- Elvariza Opita
- Kamis, 25 Maret 2021 - 23:49 WIB
WowKeren - Selain vaksin, obat-obatan untuk membantu penyembuhan pasien COVID-19 terus dicari. Salah satu yang baru-baru ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia adalah Avifavir, sebuah obat produksi Rusia.
Direktur Marketing PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) John sebelumnya menyatakan pihaknya telah mendapatkan salinan surat keputusan resmi BPOM soal izin penggunaan Avifavir. Namun seperti obat COVID-19 pada umumnya, penggunaan Avifavir pun bersifat hanya bisa dipakai ketika kondisi darurat.
"Saat ini bisa saya sampaikan ke masyarakat Indonesia bahwa BPOM Republik Indonesia, pada tanggal 17 Maret 2021 telah memberikan persetujuan penggunaan obat dalam kondisi darurat (emergency use authorization / EUA)," tutur John dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/3). "Untuk obat COVID-19 Avifavir."
Menurut John, dalam surat tersebut BPOM sudah memberikan izin penggunaan darurat Avifavir untuk beberapa kondisi. Seperti pasien penderita COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang, serta pasien dengan usia di atas 18 tahun. "Sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, serta keamanan dan mutu," sambung John.
Perihal pemberian izin darurat ini juga dibenarkan oleh pihak BPOM, seperti dilansir dari Republika. "Betul, BPOM telah menerbitkan EUA untuk produk dimaksud," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizki Andalusia, lewat pesan singkatnya di Jakarta.
Obat Avifavir telah memperoleh izin penggunaan darurat bernomor EUA2158200117A1 dari BPOM pada 17 Maret 2021. Dalam keterangan tertulis BPOM disampaikan Avifavir diklaim dapat mematikan virus dalam rata-rata waktu empat hari dengan perawatan standar. Sementara virus baru bisa dilumpuhkan dalam waktu sembilan hari.
Selain itu, surat pernyataan BPOM menginformasikan efikasi obat mencapai lebih dari 80 persen. Sedangkan hasil studi juga menunjukkan bahwa obat ini aman untuk dikonsumsi semua kelompok usia.
John sendiri menerangkan Avifavir sebagai obat berbentuk tablet salut selaput yang dikembangkan oleh ilmuwan Rusia. Dan Lembaga Investasi Rusia (RDIF) telah menaruh kepercayaan untuk PT Pratapa Nirmala dengan memberikan lisensi edar obat Avifavir di Indonesia.
"Obat ini berbasis Favipiravir pertama di dunia yang dikembangkan untuk melawan virus COVID-19," tutur John. "Dan obat pertama di Rusia yang disetujui untuk pengobatan COVID-19."
(wk/elva)