Setidaknya ada 14 orang menjadi korban dalam aksi ledakan ini. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengakui bahwa pihaknya masih mendalami terkait jaringan teroris yang terlibat.
- Diah Candra Trisanti
- Minggu, 28 Maret 2021 - 14:41 WIB
WowKeren - Sebuah ledakan besar terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 WITA. Ledakan diduga bom bunuh diri itu membuat sejumlah jemaat gereja terluka. Beberapa potongan tubuh manusia pun tampak di sekitar lokasi kejadian.
Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah misa Minggu Palma, awal dari perayaan pekan suci. Pekan Suci atau Minggu Sengsara merupakan rangkaian satu minggu menjelang paskah untuk merayakan wafatnya isa almasih dan kebangkitan Yesus. Rangkaian pekan suci dimulai dari Minggu Palma, Kamis, Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci dan Minggu Paskah.
Polisi baru-baru ini mengungkap bahwa ada dua pelaku, salah satu pelaku bom bunuh diri berjenis kelamin laki-laki. Identitas pelaku pun masih diselidiki.
"Pelakunya laki-laki. Sementara olah TKP di lapangan, karena yang tadi disampaikan itu memang kita sudah temukan potongan tubuhnya, bisa dikenali korban tersebut pelaku," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan di lokasi. "Kita sedang mengadakan pendalaman dulu, karena ini dari temuan di lapangan cukup banyak potongan akibat ledakan tersebut yang memisahkan semua bentuk tubuh, jadi tidak dikenali. Masyarakat tidak perlu panik dan tidak usah mendekat ke TKP."
Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Bareskrim Polri dan Polda kini dikerahkan mengidentifikasi. Selain identifikasi korban, pihaknya akan membantu dalam pengumpulan barang bukti dan olah TKP.
"Dari Inafis kami juga sudah back up inafis Polda," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi. "Bukan hanya itu ya, terkait hal yang berkaitan dengan kejadian dan alat bukti."
Inafis sendiri bakal bertugas untuk melakukan identifikasi korban melalui sidik jari. Nantinya, hal itu bakal mengetahui identitas dari "pengantin" aksi teror tersebut.
Sementara itu, setidaknya ada 14 orang menjadi korban dalam aksi ledakan ini. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengakui bahwa pihaknya masih mendalami terkait jaringan teroris yang terlibat.
"Kemudian berkaitan dengan kegiatan ini suatu kegiatan teroris atau bukan. Tentunya diperintah bapak Kapolri bahwa siang ini Kadensus berangkat ke Makassar berserta tim," ungkap Argo Yuwono. "Apakah itu nanti berupa suatu bom yang dibuat itu high explosive atau low."
"Sehingga dari situ tentunya kita bisa mengetahui jaringan apa yang melakukan ini. Tentunya untuk jaringannya apa kita masih melakukan penyelidikan," tandasnya.
(wk/diah)